SEDEKAH, HARUSKAH BERBENTUK UANG?

Selama ini pemahaman saya tentang sedekah adalah berupa uang yang kita berikan kepada orang lain seperti fakir miskin, kaum dhuafa, anak yatim dan setiap orang yang membutuhkan untuk membantu meringankan beban hidup mereka. Namun benarkah sedekah hanya berbentuk uang saja? Setelah tergabung dalam KOMUNITAS PEBISNIS TRENI saya mendapat tambahan ilmu bahwa sedekah tidak hanya berbentuk uang saja. Dan hal itu pun diperkuat oleh sepenggal kisah teman baik sesama anggota komunitas.   Berikut kisahnya.

Suatu hari si teman baik mengikuti acara ceramah agama. Ia terkesan tentang ilmu yang diberikan oleh peceramah. Ilmu tentang sedekah. Bahwa sedekah tidak hanya berbentuk uang. Hal baik apapun dan sekecil apapun jika dilakukan dengan niat baik dan ikhlas akan terhitung pahalanya sebagai sedekah. Dan pasti akan mendapatkan balasan kebaikan di waktu yang tepat.

Dengan sedikit rasa tak percaya ia ingin membuktikan ilmu dari sang penceramah tadi. Tetapi karena kesibukan pekerjaan yang harus ia lakukan sedikit demi sedikit keinginannya itu menjadi terlupakan.

Beberapa hari kemudian ia mengikuti acara yang diadakan oleh suatu perusahaan yang pada waktu itu sedang berulang tahun. Acara yang diadakan berupa jalan sehat dengan seluruh karyawan dan keluarganya. Dan si teman mengikuti acara tersebut bersama suaminya.

Dimulailah acara jalan sehat tersebut. Selama perjalanan itu si teman berpikir dan menemukan sebuah ide. Bagaimana jika sambil berjalan santai di sepanjang jalan yang ia lewati bersama sang suami, ia lakukan pula dengan memungut sampah-sampah yang berserakan. Pasti di sepanjang jalan itu akan terlihat lebih bersih dan rapi.

Si teman pun mengutarakan idenya kepada sang suami. Tanpa diduga sang  suami membawa kantorng plastik dalam tasnya. Akhirnya si teman dan suami pun semakin bersemangat memungut sampah-sampah yang ada di pinggir jalan. Dan dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan. Si teman puas dengan apa yang telah dilakukannya.

Setelah acara jalan sehat selesai dilakukan tibalah pada acara selanjutnya yaitu hiburan dan pengumuman pemberian hadiah doorprize. Bermacam-macam hadiah akan dibagikan. Mulai alat-alat rumah tangga yang sederhana sampai dengan sebuah motor edisi terbaru. Si teman mengikuti setiap acara sampai selesai. Pada saat pengumuman hadiah doorprize alangkah terkejutnya si teman bahwa pada saat itu namanya disebut sebagai penerima hadiah motor.

Sekilas si teman tidak percaya atas apa yang terjadi saat itu. Dalam hati ia  bertanya-tanya. Benarkah namanya yang baru saja disebut?. Ternyata hal tersebut bukanlah suatu mimpi. Si teman benar-benar menerima hadiah doorprize berupa motor.

Si teman bersyukur tiada hentinya atas anugerah yag telah ia terima. Dalam perjalanan pulang ia berusaha mengingat-ingat kembali. Kira-kira apa yang telah dilakukannya sampai ia berhak atas hadiah motor itu. Apakah ia telah bersedekah kepada anak yatim? Apakah ia pernah memberi uang kepada orang miskin untuk membeli makanan?

Sembari tersenyum simpul akhirnya ia telah menemukan jawaban atas pertanyaan yang berkecamuk dalam hatinya. Ia baru teringat bahwa pada hari itu ia telah sedikit membantu pemerintah dalam hal kebersihan kota dengan memungut sampah yang  berserakan di sepanjang jalan yang ia lewati dan membuangnya di tempat sampah yang telah disediakan. Dan bisa jadi hal tersebut yang membuatnya menerima anugerah dari Sang Maha Kuasa. Buah dari keikhlasannya berbuat sesuatu yang sederhana namun mendatangkan kebaikan yang luar biasa.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya si teman mulai mempercayai materi ceramah agama yang ia ikuti beberapa waktu yang lalu. Bahwa sedekah tidak hanya berbentuk uang. Sedekah bisa berbentuk apa saja. Termasuk melakukan kebaikan sekecil apapun dengan niat baik dan ikhlas.

Sahabat, mari kita lakukan sedekah. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal yang kecil dan mulai saat ini. Siap?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *