MENGUBAH I Hate My Life Menjadi I Love My Life, Bagaimana Caranya ?

Suatu ketika terlihat status seorang teman di media sosialnya dengan tulisan yang cukup mengundang perhatian. “I HATE MY LIFE” begitulah bunyi status media sosialnya  yang sekilas menyiratkan bahwa ia tengah berada dalam kondisi yang tidak bahagia hingga harus berkata jika ia membenci hidupnya.
Seringkali seseorang merasa tidak bahagia dengan hidupnya. Entah karena kehilangan harta, diuji dengan sakit, ditinggalkan orang terkasih, gagal dalam mencapai cita-cita  dan masih banyak sebab lainnya. Kesedihan itu terkadang dibiarkan berlarut-larut bersemayam dalam hati sehingga menutup semua kebahagiaan yang masih bisa diraih.
Mengapa seseorang tiba-tiba bisa merasakan kesedihan yang teramat dalam ? Bagaimana caranya agar kesedihan itu tidak menjadi sesuatu yang bisa merenggut kebahagiaan ? Adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengubah I Hate My Life menjadi I Love My Life ?
Penyebab seseorang merasa bersedih sehingga akhirnya menjadi tidak bahagia sebenarnya hanya karena ia tidak mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Pada saat kehilangan harta, ia tidak bersyukur bahwa di luar sana masih banyak orang yang kekurangan. Di saat sedang sakit, ia tidak melihat betapa di luar sana ada manusia lain yang mempunyai tubuh yang tidak sempurna.
Ketika ditinggalkan orang terkasih, ia tidak menyadari di sekitarnya banyak anak yang telah ditinggalkan oleh orang tuanya sejak kecil. Sewaktu gagal meraih cita-cita, ia tidak menyadari jika banyak sesamanya yang bahkan untuk bersekolahpun sangat kesulitan. Semuanya karena ketidaksyukuran dalam menerima yang terjadi dalam hidup ini.
Untuk menikmati hidup dengan lebih bahagia hingga bisa membuang jauh-jauh pemikiran I Hate My Life dan mengubahnya menjadi I Love My Life, yuk lakukan cara-cara sederhana berikut ini :
Selalu tersenyum. Belajar selalu tersenyum akan mendatangkan efek bahagia dalam hati. Tersenyum membuat hidup menjadi indah dan ringan untuk dijalani.
Menjalin silaturahmi dengan menjenguk tetangga, saudara, teman dan kerabat yang sedang sakit. Hal ini akan membuat hati menjadi sadar bahwa tubuh ini masih diberi kenikmatan kesehatan. Bukankah kesehatan itu mahal harganya ?
Melakukan kunjungan ke panti asuhan untuk melihat bahwa di sekitar kita masih banyak orang-orang yang sudah tidak beruntung semenjak kecil karena ditinggalkan oleh orangtuanya disaat kita sampai dengan detik ini masih diberi kenikmatan memiliki orangtua.
Belajar berpikir positif terhadap apapun dan siapapun. Berpikir positif akan membuat pikiran menjadi jernih dan segala sesuatu yang diinginkan bisa didapat dengan mudah. Berpikir positif tidak akan membuat kita terus menerus larut dalam kesedihan namun justru memacu semangat untuk melakukan yang lebih baik lagi.
Ikhlas dalam hal apapun dimana ketika sudah berbuat baik ikhlas untuk melupakannya dan jika telah melakukan perbuatan yang buruk ikhlas pula menerima nasehat dan berani untuk meminta maaf.
Mengingat kematianpun juga menjadi cara untuk selalu bersyukur dengan apa yang terjadi. Mengingat kematian membuat kita sadar bahwa kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum kita benar-benar kembali kepada Sang Pencipta.
Berdoa dan selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Berdoa akan membuat hati tenang. Berdoa adalah jalan untuk mengembalikan segala kesedihan dan tidak jarang setiap solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan muncul karena petunjuk dari seuntai doa.
Ungkapan I Hate My Life adalah salah satu bentuk ketidaksyukuran kita terhadap nikmat yang diberikan Sang Pencipta. Yuk, kita ubah menjadi I Love My Life. Hidup ini terlalu indah untuk sekedar dilewati oleh kesedihan, bukan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *