Memaknai Arti Pernikahan, Hidup Baru Yang Sesungguhnya
“Selamat menempuh hidup baru ya…Semoga selalu berbahagia….” Itulah kalimat yang selalu kuucapkan sebagai ungkapan rasa bahagia dan doaku  terhadap teman, sahabat ataupun keluarga yang baru saja melangsungkan niat baiknya yaitu menikah. Tetapi apakah sesungguhnya makna menempuh hidup baru itu? Apakah hidup baru yang akan dihadapi akan selalu berjalan sesuai dengan keinginan?
Semua pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan pasti akan berharap bahwa mahligai pernikahannya akan berjalan bahagia hingga akhir hayat. Sampai dengan maut memisahkan. Bahkan sejak sebelum menikahpun ketika masih dalam masa mengenal calon pasangan pasti sudah tergambar dalam benaknya indahnya hidup berumah tangga dengan pasangan pilihan hatinya.
Namun seiring berjalannya waktu mulai bermunculan kerikil-kerikil kecil yang membuat resah, timbul beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan. Menimbulkan kesedihan bahkan jika tidak mempunyai kekuatan iman untuk menghadapi badai yang datang tidak jarang keputusasaan menghampiri dan terkadang mampu untuk menggoyahkan keimanan.
Gambaran sederhana tentang pernikahan adalah mempersatukan dua orang pribadi yang sangat berbeda serta  tidak mempunyai kecocokan. Bukan hanya mempersatukan isi kepala tentang bagaimana menghadapi hidup ini namun juga menyatukan dua keluarga. Hal tersebut sangatlah tidak mudah. Itulah makna hidup baru yang sesungguhnya.
Pada awal-awal pernikahan mungkin segala sesuatu masih tampak indah dan segala masalah masih bisa dihadapi bersama. Karena rasa cinta pada pasangan yang masih membara. Setelah berjalan sekian tahun barulah kerikil-kerikil kecil menghampiri. Mulai dengan terlihatnya sifat asli pasangan yang sesungguhnya, ada pula yang resah karena tidak bisa menerima kekurangan pasangannya, konflik dengan mertua ataupun keluarga pasangan, belum terlihat tanda-tanda dikaruniai buah hati, perbedaan yang sangat besar diantara pasangan, jika pasangan diberi ujian penyakit yang menguji kesabaran dan lain-lain.
Semua rintangan-rintangan itu jika tidak disikapi dengan hati-hati pasti akan membawa ke jurang perpisahan. Apalagi jika rasa cinta dan sayang sudah mulai memudar dari hati.
Ada beberapa pasangan yang mampu melalui rintangan yang sangat besar sekalipun. Yang itu semua pasti disebabkan karena rasa cinta dan sayang yang teramat besar pada pasangan. Ditambah dengan niat baik jika mengarungi bahtera pernikahan semata-mata hanya karena Allah Swt.
Namun ada pula yang menyerah dan tidak sanggup untuk mempertahankannya. Disebabkan karena kurangnya ilmu dan begitu mudahnya rasa cinta dan sayang pada pasangan terkikis dari hatinya. Ditambah lagi dengan ego masing-masing yang saling berhadapan.berusaha menunjukkan siapa yang paling benar.
Sekilas teringat seuntai pesan dari seorang teman baik. Ia berkata ” urip rumahtangga kuwi kudu golek selamet. Mesti aman. Yen kowe golek salah po bener mesti bubrah” (Hidup berumah tangga itu harus mencari selamat. Pasti baik-baik saja. Tetapi kalau mencari siapa yang salah dan siapa yang benar pasti berantakan).
Setelah berkali-kali kurenungkan akhirnya harus aku akui kalau kalimat sederhananya itu benar. Hal itu sudah pernah kulakukan dengan lebih mengalah pada pasangan demi tercapainya tujuan bersama, selalu membicarakan setiap hal dari hati ke hati berbekal kejujuran dengan pasangan, berusaha mencari jalan keluar untuk setiap permasalahan yang dihadapi, saling menghormati pasangan dan tak lupa selalu saling meminta maaf jika melakukan kesalahan. Meskipun sangat berat namun terlihat hasilnya jika yang kulakukan tadi mampu  meminimalisir kerasnya hati.  Semoga Allah senantiasa melindungi keluarga kecil kami.
Jadi untuk siapapun yang sudah melaksanakan niat baiknya untuk menikah ”SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU YA……”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *