Tentang Kekerasan

Berita selebriti beberapa waktu lalu,  sungguh membuat hati saya miris. Berkisah tentang adik perempuan artis  ternama di tanah air, yang mengalami penyiksaan fisik tak berperikemanusiaan,  dari seorang pria tak dikenal. Berdalih hanya ingin melihat properti rumah yang dijual oleh si korban, namun ternyata ada rencana sangat keji di baliknya. Rencana yang mampu memporak porandakan masa depan cerah korban dari perilaku biadabnya. 
Alangkah kejam perbuatannya, hingga mampu meninggalkan trauma seumur hidup bagi sang korban. Pelaku melakukannya seolah-olah tidak ingat lagi,  bahwa ia masih memiliki saudara perempuan dan  anak perempuan. Bahkan terlahir dari seorang perempuan, yang telah mengandungnya dengan susah payah,  selama sembulan bulan lamanya. Penuh perjuangan, pengorbanan, dan tetesan air mata,  demi melahirkannya dan tumbuh di dunia. 
Teringat kembali dua hari yang lalu, seorang teman baik bercerita,  bahwa sampai-sampai ia membawa gunting kemana-mana, terlebih pada saat mengendarai motornya di malam hari.  Tanpa menghiraukan bahwa bisa saja,  justru ia yang akan berurusan dengan pihak berwajib,  karena membawa senjata tajam. Semua itu dilakukan, karena ia begitu takut jika ada pelaku kejahatan mendekatinya,  dan berusaha merampoknya. Dan entah gambaran kengerian apa lagi yang ada di kepalanya. 
Banyak  yang beranggapan,  kejadian kekerasan pada perempuan,  mayoritas disebabkan oleh dirinya sendiri. Seperti mengenakan pakaian dan perhiasan yang mengundang kejahatan, atau emosi berlebihan,  yang memancing kemarahan di pihak lawan bicara. Jarang sekali menyinggung kaum  pria,  sebagai pihak yang faktanya lebih mampu melakukan aksi kejahatan tersebut.
Pro dan kontra serta saling menyalahkan  terhadap suatu permasalahan,  tetap menjadi suatu keniscayaan,  dalam kehidupan di dunia ini. Namun bagi saya,  adalah suatu keharusan untuk mengevaluasi diri, serta lebih memikirkan, solusi apa yang bisa dilakukan, demi terhindar dari suatu kejahatan. Seperti halnya sedia payung sebelum hujan, maka alangkah baiknya seorang wanita,  untuk selalu berhati-hati dan lebih menjaga kewaspadaan. 
Kenakanlah pakaian yang menutup aurat, hindari berbusana berlebihan dengan segala asesorisnya,   kendalikan emosi, hindari bersikap terlalu kasar,  pada pasangan atau lawan bicara. Bagi yang telah  menikah, bersyukurlah, berusaha berikan pelayanan yang terbaik kepada pasangan dan tetaplah setia.  
Namun terlebih dari semua itu,  bekali diri dengan kekuatan doa. Awali dan akhiri hari dengan berdoa. Berdoalah memohon perlindunganNya. Yakinlah bahwa tidak ada penjagaan yang paling baik selain dari penjagaanNya. 

1 thought on “”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *