Prestasi Terbaik

Sore itu saya tercengang,  melihat status media sosial suami,  yang berbunyi “Prestasi Terbaik.” Dalam hati saya beryanya-tanya,  ada apakah gerangan. Apakah suami tadi pagi mendapat promosi jabatan? Jika hal itu benar adanya, maka saya adalah orang pertama yang akan bersyukur,  dan memberikan ucapan selamat padanya.
Akhirnya dengan rasa ingin tahu yang memuncak, saya bertanya tentang maksud status tersebut. Sang suami bercerita sambil tersenyum. Ternyata hari itu pada saat selesai mengerjakan tugasnya, suami beranjak ke masjid, menunggu waktu sholat,  dan mendengarkan ceramah. Suami sangat tertarik  dan terkesima,  dengan  tema yang diberikan oleh sang ustad.
Ustad memberikan ceramah dengan tema prestasi terbaik. Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu,  banyak figur-figur pahlawan yang sangat berjasa bagi negara, gugur dalam membela kehormatan bangsa, diusia yang terbilang masih muda. Tetapi dengan segudang prestasi dan jasanya,  mampu membuatnya dikenang sepanjang masa.
Notabene sangat berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, dimana banyak orang bahkan sampai dengan lanjut usia, belum pernah sekalipun menorehkan prestasi,  yang mampu  membuat orang lain, untuk selalu teringat padanya. Suami pun mengakhiri kisahnya sambil tersenyum dan berucap,  bahwa ia berkeinginan pula memiliki prestasi,  yang dapat diingat orang lain sepanjang masa. Itulah asal muasal sebenarnya status di media sosialnya hari itu.  
Prestasi terbaik. Sebenarnya semua manusia yang hidup di dunia ini,  sejak kecil sejatinya ingin dikenal dan berprestasi. Maka bukan suatu hal yang aneh, jika banyak sekali ajang pencarian bakat,  yang melibatkan peserta dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Atau ada pula lomba di bidang akademik, olahraga atau seni, yang semuanya bertujuan mencari figur-figur berprestasi. Tak bisa dipungkiri, bahwa prestasi yang didapat, akan efektif mendatangkan ketenaran, kebahagiaan, sekaligus limpahan materi  yang tak sedikit.
Ketika  seseorang berhadapan dengan pertanyaan,  apa yang telah menjadi prestasi terbaiknya saat ini, tentu beragam jawaban mereka ungkapkan. Ada yang merasa bangga,  karena pernah berprestasi di bidang pendidikan, olahraga, seni atau ketrampilan. Ada pula yang berujar bahwa,  mendapatkan promosi sampai  puncak karir,  adalah suatu prestasi tertinggi dalam hidupnya.
Nah, bagaimana jika pertanyaan tersebut ditujukan kepada saya? Hmmm, jujur sedari kecil saya tidak pernah berprestasi. Juara kelas selalu terlewatkan, tak pernah menang lomba olahraga ataupun seni. Saya tak pernah mengenal bagaimana rasanya menjadi juara, naik ke podium dan mengangkat piala.
Tetapi, setelah merenung  kembali, saya baru ingat,  bahwa sudah tiga tahun ini, meskipun masih harus terus memperbaiki diri, saya telah berusaha belajar,  menjadi ibu dan isteri yang baik. Saya tak pernah berhenti mencari ilmu, selalu belajar bersyukur, berusaha untuk bahagia, dan ikhlas dalam menjalani hidup, serta sedapat mungkin bermanfaat bagi orang lain.
Dan saya pun tersenyum ketika pada akhirnya, telah menemukan prestasi terbaik dalam hidup yang sesungguhnya. Menjadi pribadi yang penuh syukur,  dan berusaha bermanfaat bagi sesama. Memang prestasi ini tidak akan membuat saya terkenal seantero dunia. Tetapi setidaknya saya masih bisa  berharap,   menjadi seorang manusia yang dikenal olehNya.

3 thoughts on “Prestasi Terbaik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *