Uncategorized

Pemimpin Berkarakter Delapan Benda Langit itu Bernama Abdullah

Abdullah. Nama yang singkat namun penuh makna. Lima tahun yang lalu, kami pertama kali melihatnya. Saat beliau datang karena menjalankan surat keputusan perusahaan,  yang memutuskanya memimpin di unit kerja kami. Dari beberapa orang pimpinan yang silih berganti datang ke tempat ini, baru sekarang kami merasakan seuatu yang berbeda. 
Gaya kepemimpinannya sangat unik. Menurut pendapat kami, baru kali inilah ada seorang pemimpin yang sangat akrab dengan karyawannya. Tertawa bersama, kami bisa bebas berbicara apa saja,  dengan style kami masing-masing. Sampai-sampai, maaf,  seperti tidak ada jarak diantara kami. Atau dalam bahasa jawa “Ora Nyungkani.” Hehe.
Sekian lama bergaul dan bekerja sama, akhirnya kami baru menyadari,  bahwa beliau mempunyai kehebatan yang belum tentu dimiliki oleh pemimpin lainnya. Ya, bagi kami beliau adalah salah satu pemimpin, yang  berkarakter seperti delapan benda langit ciptaan Allah SWT.
Matahari. Matahari adalah benda langit yang selalu tepat waktu,  dan ikhlas dalam menyinari dunia. Matahari bermanfaat memberi kehidupan bagi setiap makhluk, tanpa mengharapkan balasan apapun. Pemimpin berkarakter matahari,  adalah pemimpin yang disiplin dalam setiap perbuatannya,  serta selalu memberikan ilmu dan bimbingan kepada karyawannya tanpa pamrih. Dalam bekerja,  kami benar-benar belajar dari Bapak Abdullah,  untuk selalu disiplin dalam segala hal. Entah kehadiran di kantor, juga dalam penyelesaian target pekerjaan. Beliau memberi contoh nyata,  sehingga pada akhirnya kami mengetahui,  bahwa betapa terbiasa disiplin,  akan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan.
Bulan. Bulan adalah benda langit yang bersinar di malam hari,  dan memberikan penerangan bagi seluruh makhluk di dunia. Selayaknya bulan yang selalu muncul di malam hari, Bapak Abdullah selalu membimbing,  ketika kami mengalami kesulitan. Sering kali beliau bertanya,  apa saja kesulitan yang kami hadapi dalam bekerja, memberikan arahan dan petunjuknya. Lebih banyak berdiskusi, sehingga tak ada kesan menggurui. Pada akhirnya yang terlihat adalah sekumpulan orang dalam satu tim,  yang sedang duduk bersama menyelesaikan satu permasalahan. Sama sekali tak terlihat pemandangan seorang  bos yang sedang menyalahkan pegawainya.
Bintang. Bintang adalah benda langit yang berfungsi memberikan penerangan,  bagi nelayan yang sedang berlayar di tengah samudra. Nelayan yang kebingungan, seringkali mencari petunjuk arah dengan bantuan bintang ini. Bagaikan bintang di langit yang memberi petunjuk arah, Bapak Abdullah selalu memberikan petunjuknya,  ketika kami  mengalami kesulitan dalam hal pekerjaan. Beliau adalah orang yang konsisten dalam perkataannya,  sehingga selalu menjadi pedoman bagi kami semua. Jika ada perbedaan pendapat itu sebenarnya wajar adanya. Tetapi pada akhirnya berkat arahannya yang tak terkesan menyombongkan diri, membuat kami semua dapat  menerima semua masukan darinya,  tanpa harus berdebat lebih jauh. 
Awan. Awan adalah benda langit yang menakutkan jika berwarna hitam, namun ketika telah turun menjadi hujan, dapat membawa kehidupan bagi para petani dan sawahnya. Seorang pemimpin yang baik,  pada dasarnya memang memiliki kewibawaan di depan karyawannya. Namun kewibawaan sejati bukan hasil dari sifatnya yang keras dan ditakuti. Kewibawaan pada seorang pemimpin justru terlihat, ketika ia bermanfaat bagi karyawan dan perusahaan. Selalu memperjuangkan hak dan masa depan karyawan,  jauh sebelum memikirkan hak dan masa depannya sendiri. Dan seperti itulah yang terlihat pada diri Bapak Abdullah saat ini. Betapa kami menyaksikan sendiri,  beliau berlari kesana kemari, menghubungi siapa saja yang beliau kenal, memohon belas kasihan agar kami semua karyawannya,  dapat menempati posisi yang nyaman pasca perubahan struktur perusahaan ini.
Angin. Angin adalah benda langit yang mampu berada di segala ruangan, entah lebar maupun sempit. Selayaknya angin, pemimpin yang baik adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan siapa saja di sekitarnya. Komunikasi yang nyaman, akrab dab tanpa jarak. Hal itu pula yang menjadi kelebihan Bapak Abdullah. Beliau mampu berkomunikasi dengan siapa saja,  tanpa melihat perbedaan yang ada di antara kami. Pandai menyesuaikan diri, sehingga kami pun menjadi nyaman berkomunikasi setiap hari. 
Samudra. Pernahkah teman melihat samudra? Ya, samudra adalah tempat tertampungnya air dari segala penjuru. Pemimpin yang baik adalah pemimpin  yang dapat menerima semua ilmu dan pendapat,  dari segala arah termasuk dari karyawannya sendiri. Tak pernah menolak dengan mengedepankan alasan “Aku yang lebih tau masalah ini.”  Begitupun Bapak Abdullah. Pada saat beliau menyampaikan pendapat yang menurut kami salah, beliau tidak pernah menolak untuk mendengarkan semua argumen kami. Semua pendapat kami beliau tampung, dan baru setelah itu kami berusaha untuk sama-sama menyamakan persepsi. Alhasil, pekerjaan pun menjadi terselesaikan dengan cepat, tanpa perselisihan yang cukup berarti. 
Bumi. Seperti  sifat bumi yang mampu menyangga semua makhluk yang ada di atasnya, seorang pemimpin hendaknya kuat, tidak cengeng,  dan dapat menghadapi semua persoalan dengan baik. Itulah yang terihat dalam diri Bapak Abdullah. Beliau adalah pemimpin yang ada kalanya membantu mempermudah pekerjaan kami, karena menyaksikan sendiri betapa kami susah payah dalam menyelesaikan target pekerjaan. Sering terlihat pula betapa   beliau selalu menjadi yang terdepan,  dalam menjawab setiap permasalahan pekerjaan.  
Api. Api adalah benda langit yang mampu membakar semua barang yang ada di sekitarnya. Pemimpin berkarakter api,  adalah orang yang mampu bersikap adil terhadap seluruh karyawan tanpa kecuali. Kami ingat betul betapa Bapak Abdullah,  pernah memarahi dan mengingatkan kami semua, hanya karena satu orang yang terlambat datang ke kantor. Awalnya kami menggerutu, namun pada akhirnya kami menyadari,  bahwa ada hikmah yang baik di balik kemarahannya waktu itu. 
Kini tanpa terasa, setelah lima tahun berlalu, di hari ini kami akan berpisah dengan Bapak Abdullah. Pemimpin yang terbukti berkarakter seperti delapan benda langit. Tugas  baru telah menantinya di kota metropolitan,  yang  tak pernah beliau bayangkan sebelumnya. 
Selamat jalan Bapak Abdullah. Tetaplah menjadi pemimpin seperti matahari, bulan dan bintang yang menyinari. Seperti awan yang berwibawa karena bermanfaat. Seperti angin dan samudra yang mampu berkomunikasi,  dan menerima ilmu dari siapa saja. Juga seperti bumi yang mampu menjadi tempat bersandar,serta seperti api yang sanggup untuk bersikap adil.
Percayalah. Salah satu hal terindah dalam hidup kami, adalah saat kami dipertemukan dan belajar banyak hal dari Engkau. Tak banyak yang dapat kami lakukan untuk membalas segala kebaikanmu. Selain seuntai doa kepada Sang Maha Kuasa, agar selalu memberikan keberkahanNya dalam setiap perjalanan hidupmu.  

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *