Uncategorized

Mobil Box

Saya adalah seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta. Mobilitas pekerjaan yang tinggi,  membuat saya harus berangkat pagi-pagi, dan pulang kantor menjelang adzan Maghrib. Semuanya harus saya lakukan dengan hati-hati, dan memperhatikan manajemen waktu,  agar tidak terlambat melakukan aktivitas.
Selama ini saya selalu berangkat ke kantor bersama suami,  yang kebetulan tempat kerja kami berdua searah. Namun lima bulan lalu saya dimutasi ke tempat kerja baru,  yang menyebabkan kami berdua tidak bisa pulang pergi bersama lagi. Alhasil saya pun harus membiasakan diri, melakukan perjalanan sendiri dengan Si Orens, yaitu si motor matic kesayangan. 
Ketika melakukan perjalanan tersebut, saya tak pernah terburu-buru atau ngebut di jalan. Jujur saya takut jika mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Saya berusaha menikmati setiap perjalanan. Sambil memperhatikan begitu banyaknya ragam dan jumlah kendaraan,  yang ada di jalan waktu itu, serta uniknya tingkah laku para pemakai jalan.
Dari sekian macam kendaraan, ada satu macam kendaraan yang paling saya takuti sepanjang perjalanan. Yup, mobil box. Mobil berbentuk kotak yang biasanya menjadi kendaraan wajib  untuk mengantar barang. Mengapa  saya selalu takut jika berurusan dengan mobil box ini di jalan? 
Karena banyak kejadian yang saya alami, rata-rata mobil box ini dikemudikan oleh seseorang dengan cara yang ugal-ugalan. Dikemudikan dengan kecepatan tinggi,  bahkan terkesan tidak peduli dengan dengan pengguna jalan yang lain. Mungkin karena kegunaannya untuk mengantar barang agar sampai tepat waktu di tempat tujuan, sehingga sudah menjadi kewajaran jika ia dikemudikan dengan cepat.
Dan saya pernah mengalami satu kejadian, dimana pada saat akan berbelok di tikungan yang tajam, tiba-tiba dari arah belakang melaju mobil box dengan kecepatan tinggi, dan  mendahului motor saya. Saya pun terdesak, motor berjalan oleng,  dan saya hampir celaka masuk selokan akibat terserempet mobil box itu. 
Siapapun yang mengalami kejadian seperti tadi, tentunya mengumpat dalam hati, mengomel sepanjang jalan tiada henti. Dan ada kalanya jika si korban tak mampu mengendalikan emosi, mobil box itu akan ia kejar sampai dapat, dan meminta pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.
Namun meskipun pernah mengalami kejadian yang tak menyenangkan dengan mobil box, saya juga pernah menemukan fakta, ada mobil box yang peduli dengan pengguna jalan lainnya. Pernah suatu ketika saya kesulitan menyeberang jalan yang begitu ramai. Seolah-olah tak ada satupun kendaraan yang peduli. Tetapi ternyata ada mobil box yang tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya, dan memberikan kesempatan pada saya untuk menyeberang jalan. Dan hal tersebut tak hanya sekali saya alami.
Pada akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan. Bahwa mobil box hanyalah sebuah benda mati. Tak memiliki akal, perasaan dan hati. Ia hanya berjalan jika dikendalikan oleh manusia yang berada di dalamnya. Manusia yang telah dikaruniai akal, pikiran dan hati oleh penciptanya. 
Tinggal sekarang bagaimana si pengemudi memutuskan. Apakah ia ingin berkendara dengan aman, selamat dan tidak merugikan orang lain. Ataukah ia memilih demi mementingkan kepentingan diri sendiri, lalu mengendalikan kendaraannya sesuai keinginannya . Tanpa peduli orang-orang sekitar, yang sejatinya juga memiliki kepentingan yang sama. Sekali lagi pada akhirnya, semua kembali kepada keputusan manusia yang mengendalikannya.

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *