Uncategorized

Tetangga Oh Tetangga (Bagian Pertama)

Suatu hari seorang teman baik memasuki ruangan kantor sambil menggerutu. Ketika saya bertanya ada apa gerangan, sontak ia menjawab “Gemes aku, Mbak. Aku tadi terlambat satu menit!” Saya heran karena terlambat sebenarnya bukan merupakan kebiasaannya.
Seolah menjawab pertanyaan saya ia berkata lagi “Ini semua karena tetanggaku, Mbak. Tadi pagi dia berdiri di depan pagar rumahku. Aku jadi tidak bisa mengeluarkan motorku. Malah dia mengajak aku bergosip!”
Sejurus kemudian si teman bercerita,  bahwa mayoritas tetangga di rumah barunya, adalah orang-orang yang suka bergosip. Apa saja bisa menjadi bahan gunjingan. Lucunya mereka semua sering berkumpul di depan rumah si teman. Seolah tempat itulah yang paling pas untuk melaksanakan niat mereka.
Tetangga adalah kumpulan orang-orang yang ada di sekitar tempat tinggal. Kondisinya yang sangat dekat dengan rumah, membuat kita sangat membutuhkan mereka. Pergaulan dengan mereka yang terjadi sehari-hari, terkadang membuat hubungan menjadi seperti  saudara. Sehingga wajar saja jika ada yang mengatakan, bahwa tetangga adalah saudara yang terdekat.
Namun tetangga juga merupakan kumpulan orang berbagai karakter yang tidak sama dengan kita. Perbedaan karakter inilah yang membuat kita harus pandai-pandai bersikap. Sebab sekali kita salah berperilaku di depan tetangga,  maka justru akan timbul permasalahan. Bahkan ada yang berujung pada dendam pribadi.
Maka jika sekiranya ada tetangga yang memiliki perangai tak sesuai dengan kepribadian kita, maka sedapat mungkin ambillah yang baik-baik saja pada dirinya. Jangan menghindar atau menunjukkan sikap tidak suka. Jikalau si tetangga tersebut masih bisa diberi masukan, berikanlah dengan sopan dan tidak menggurui.
Pada akhirnya tetaplah membina hubungan baik dengan semua tetangga. Apapun sifat dan karakter  mereka. Sebab biar bagaimanapun semua orang pasti memiliki sisi baik, yang dapat  diambil sebagai pelajaran dalam hidup kita.

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *