Yuk Efisiensi

Pagi tadi pada saat berangkat ke tempat kerja, saya menemukan sesuatu yang unik. Ceritanya ketika melewati satu pusat perbelanjaan, di halaman depannya terdapat dua bus berwarna biru dan hijau cerah. Saya jadi teringat film kartun Tayo Little Bus kesukaan anak. Hehe.
Dari dua bus tersebut, ada yang menarik perhatian saya,  selain warnanya yang ceria. Yaitu tulisan yang ada di badan bus. Biasanya bus diberi nama yang mengandung doa,  atau pemilik perusahaannya. Tetapi dua bus tadi dinamakan dengan nama “EFISIENSI”.
Dalam hati saya tertawa melihat nama bus yang tidak biasa tadi. Entahlah apa maksud yang tersirat dari pemberian nama tersebut, tetapi pastilah si pemberi nama memiliki maksud yang baik.
Dengan masih mengingat bus bernama EFISIENSI tadi, ternyata hari ini materi pertemuan di kantor, secara kebetulan juga membahas tentang efisiensi. Pimpinan kantor menginstruksikan agar seluruh anggota organisasi, bersama-sama membangun perilaku efisiensi demi perkembangan  perusahaan.
Seperti mematikan perangkat listrik yang sudah tidak digunakan, menghemat penggunaan kertas, mematikan keran air,  menghabiskan air minum yang sudah  disediakan,  serta perilaku efisiensi lainnya.
Tetapi menurut saya, efisiensi tak hanya dilakukan dengan cara itu saja. Efisiensi juga hendaknya diwujudkan dalam perilaku kita sehari-hari. Seperti tidak banyak bicara dalam bekerja, kurangi bermalas-malasan, atau minimalisir menghabiskan waktu dengan kegiatan tak bermanfaat.
Banyak bicara tentang suatu hal yang tak penting, akan membuat waktu bekerja terbuang sia-sia. Alhasil pekerjaan yang seharusnya selesai tepat waktu, menjadi tertunda penyelesaiannya.
Terlalu bermalas-malasan di saat bekerja, juga akan membuat pekerjaan tidak selesai. Sebagai contoh, ketika mendapat suatu pekerjaan yang sulit, tiba-tiba saja karena merasa tidak mampu melakukannya, akhirnya malas mengerjakannya. Akibatnya tentu saja pekerjaan juga menjadi terbengkalai.
Menghabiskan waktu bekerja dengan hal tak bermanfaat, seperti bermain game atau media sosial, juga menyebabkan seseorang tak selesai mengerjakan tugas yang diberikan. Bermain game atau media sosial membuat efek kecanduan pada si pelaku. Sehingga menjadi lupa waktu , dan tak ingat dengan semua hal yang menjadi tanggung jawabnya. Akibatnya waktu pun terbuang dengan sia-sia,  tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Begitulah. Menurut saya efisiensi tak hanya dilakukan dengan perbuatan berhemat. Tetapi juga bagaimana memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan sebaik-baiknya, untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupannya sendiri, keluarga,  juga lingkungan sekitarnya.
Yuk, mulai efisiensi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *