Uncategorized

Masih Sendiri

Saya memiliki seorang teman baik yang belum menikah hingga saat ini.  Entahlah apa yang membuatnya belum melaksanakan niat baik itu. Padahal ia sudah cukup dewasa untuk bisa membina kehidupan rumah tangga.
Sebenarnya ia adalah seorang yang berparas tampan, sopan, baik hati dan berkehidupan mapan. Sehingga sangat tidak mungkin jika ia sulit mendapatkan jodoh. Wanita yang mengetahui hal ini, pastilah akan berharap untuk bisa berjodoh dengannya.
Sebagai teman baik, tentunya saya tak tinggal diam. Beberapa kali saya mencoba mengenalkannya pada teman wanita. Tetapi hasilnya nihil. Terkadang si teman merasa wanita tersebut bukan kriterianya,  sehingga tidak berminat menjalani hubungan lebih lanjut. Kadang ada yang sempat menjajagi hubungan,  namun terputus di tengah jalan. Ada saja alasannya. 
Saya sampai gemas dibuatnya, sehingga ada kalanya merasa malas mencarikannya jodoh, serta mengingatkannya terus menerus untuk segera menikah. Kira-kira apa yang menyebabkannya seperti itu?
Apa karena si teman sudah terlalu mapan? Hmmm iya bisa jadi. Hidup yang terlalu mapan,  memang ada kalanya membuat seorang pria belum memutuskan untuk menikah. Sebab sebelumnya ia sudah terlalu asyik mencari penghasilan, sehingga lupa waktu untuk memikirkan pendamping hidup.
Apakah si teman adalah seorang anak mama? Ia memang sangat menyayangi ibunya. Sebab beberapa kali  menyatakan , bahwa ia mencari pendamping hidup yang seperti ibunya. Tentunya dengan harapan jika sudah berkeluarga, ia tetap dapat melihat sosok sang ibu dalam diri isterinya.
Apakah si teman juga seorang yang tidak suka berkomitmen? Memang ada beberapa pria yang malas berkomitmen menikah. Sebab menurut pemikirannya sendiri, menikah itu sesuatu yang membuat hidupnya bertambah rumit. Apalagi jika mendapatkan isteri yang kurang sabar dan terlalu menuntut ini itu, belum lagi ditambah dengan kehadiran anak. Padahal anak bisa jadi membawa banyak rezeki untuk kehidupannya kelak.
Lalu apakah karena si teman terlalu pemilih? Saya yakin inilah jawabannya.  Sebab ia terlalu cerewet tentang kriteria wanita yang harus menjadi pendampingnya. Entah kurang cantik, terlalu gemuk, kurang putih dan lain sebagainya. Padahal tidak ada satu manusia yang paling sempurna di dunia ini. Semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Sampai dengan saat ini, saya tetap tidak bisa mengetahui apa yang menjadi penyebab si teman belum menikah. Hanya dia yang bisa menjawabnya. Saya hanya berharap agar ia membuka mata hatinya, dan segera mencari pendamping hidup yang terbaik. Terbaik untuk kehidupannya sendiri, keluarganya serta agamanya. Aamiin.

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *