Dihukum karena Membaca

Hobi adalah salah satu kegemaran seseorang,  yang selalu  ia lakukan kapan saja dan dimana saja. Bahkan orang-orang yang sangat serius dengan hobinya ini, tak jarang mengeluarkan biaya cukup banyak, hanya untuk memenuhi hasratnya. Katakanlah seperti hobi mengoleksi mainan. Bayangkan saja, demi sebuah mainan seri terbaru, seseorang sanggup berkeliling ke beberapa tempat untuk mendapatkannya.
Terkait hobi ini, jujur saya sangat suka membaca sedari kecil. Buku apapun selalu saya baca dan dari genre apa saja. Mulai dari buku anak-anak, cerita detektif, novel remaja, hingga buku-buku dengan tema serius. Seringnya buku-buku tersebut, saya lahap dalam waktu satu sampai dua hari saja. Hingga mata ini terasa perih, akibat sering membaca dengan posisi tidur,  serta penerangan yang kurang baik. Tak heran pula jika masih kecil saya sudah berkacamata minus.
Berbicara tentang hobi membaca ini, saya memiliki pengalaman lucu. Saya pernah dihukum karena membaca. Hehe. Dulu semasa sekolah saya sangat menyukai buku cerita detektif Lima Sekawan. Berkisah tentang empat anak kecil bersama anjing kesayangan mereka. Selalu menemukan permasalahan di tempat mereka berlibur, yang membuat penasaran,  dan berusaha menyelidikinya sampai tuntas.
Dulu saya memiliki koleksi lengkap dari buku ini. Saya tak ingin ketinggalan setiap serinya. Sehingga,  saya selalu berusaha membaca buku serinya sampai selesai, dan  secepat mungkin, agar bisa membaca seri berikutnya.
Akibatnya pernah satu waktu, saya baca satu seri buku tersebut sampai tamat. Ketika itu hari Minggu, yang tentunya saya bebas melakukan apa saja di luar tugas sekolah. Akhirnya jadilah saya membaca satu seri buku itu, dari pagi hingga larut malam. Saya berhenti membacanya hanya ketika datang waktu untuk makan dan ibadah. Setelah selesai saya lanjutkan kembali.
Alhasil selesailah saya baca tuntas buku tersebut tengah malam. Tanpa berpikiran apa-apa lagi, saya pun tertidur dengan pulasnya. Esok hari saya terkejut ketika hampir saja  terlambat berangkat ke sekolah karena ketiduran.
Sesampainya di sekolah, ibu guru memerintahkan mengeluarkan tugas sekolah. Dan ya ampun,  saya lupa mengerjakannya. Dengan suara lembut  ibu guru menyuruh untuk berdiri di depan kelas,  sambil memegang telinga. Saya tak mau dihukum.  Saya malu sekali dan menangis sejadi-jadinya,  dengan harapan ibu guru tak tega menghukum. Tetapi apa daya hukuman itu tetap berjalan.
Dari kejadian itulah saya mengambil pelajaran. Membaca sebenarnya adalah hobi yang baik. Bahkan sangat bermanfaat. Tetapi seharusnya kegemaran tersebut, harus disertai dengan manajemen waktu yang baik. Tidak mengganggu waktu sekolah atau aktivitas lainnya. Prioritaskan dulu apa yang harus dikerjakan pertama kali. Baru setelah itu sah-sah saja menekuni hobi.
Sampai saat ini hobi membaca tak pernah saya tinggalkan. Saya masih suka membaca. Percaya atau tidak, setiap menerima penghasilan, saya selalu membeli buku sebagai tambahan koleksi. Semoga dengan membaca, ilmu semakin bertambah,  dan semakin bijak menghadapi segala permasalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *