Pertemuan Tak Sengaja

Satu minggu belakangan ini, saya bertemu kembali secara tak sengaja,  dengan dua orang teman semasa menempuh pendidikan perguruan tinggi. Pertemuan yang sangat mengejutkan,  karena mereka masih mengingat saya dengan jelas. Padahal saya benar-benar lupa kepada mereka.
Waktu itu seorang nasabah datang ke kantor. Bermaksud menyelesaikan urusannya. Sembari melayaninya tiba-tiba si nasabah bertanya tentang saya. Apa benar saya pernah kuliah di perguruan tinggi A dan fakultas B.  Setelah mencoba mengingatnya, alangkah terkejutnya karena ternyata ia betul-betul teman semasa kuliah. 
Beberapa hari kemudian saya memesan taksi online untuk mengantar pulang dari kantor. Sejurus kemudian saya dan si pengemudi terlibat obrolan seru. Ketika perbincangan sampai pada penelusuran masa-masa kuliah, sekali lagi saya terkejut. Si pengemudi adalah juga merupakan teman satu perguruan tinggi namun beda fakultas. 
Kata orang “Dunia Tak Selebar Daun Kelor” yang artinya, masih memungkinkan seseorang  untuk bertemu dengan orang-orang yang pernah dikenalnya di masa lalu. Sehingga bisa jadi beberapa tahun kemudian, dalam satu pertemuan tak disengaja, kita bakal bertemu kembali dengan teman yang pernah terpisah.
Lalu apa yang kita rasakan ketika bertemu kembali dengan mereka? Apakah kita merasa senang dan bahagia? Atau justru merasa tertekan,  dan menyesal bertemu mereka kembali?
Ketika bertemu dengan teman lama, sudah seharusnya kita merasa bahagia, karena hal ini sama saja,  dengan menyambung kembali tali silaturahmi yang sempat terputus. Dan itu semua terjadi, jika saja selama ini kita telah membangun hubungan,  dan interaksi yang baik dengan mereka. Apalagi jika hubungan tersebut sudah seperti saudara. Tentunya pertemuan tersebut akan menjadi berkah,  karena masing-masing merasa bahagia dipertemukan kembali.
Namun apa jadinya jika selama ini kita selalu berseteru, bertengkar, saling caci maki, sering menghujat,  atau memfitnah orang lain? Pastilah hubungan antar teman menjadi kurang harmonis. Tidak nyaman menjalin persahabatan. Pada akhirnya ketika ada saat bertemu kembali setelah lama berpisah, bukan tak mungkin ketidaknyamanan tersebut masih dirasakan. Bisa jadi masing-masing tidak berharap pertemuan tersebut terjadi.
Pertemuan dengan teman lama sejatinya sangat bermanfaat untuk menyambung kembali tali silaturahmi. Bukankah tersambungnya tali silaturahmi, akan berakibat pada terbukanya pintu rezeki? Maka sudah seyogyanya kita semua selalu berbuat baik kepada sesama, menjalin hubungan yang penuh toleransi dan saling menghormati. Agar ketika dipertemukan kembali secara tak sengaja, akan membawa kedamaian dan  kebahagiaan di hati. Setuju?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *