Uncategorized

Beratnya Berqurban

Beberapa hari yang lalu seorang teman mengusulkan membuat sebuah tabungan bulanan. Tabungan bulanan ini memiliki nominal yang sama setiap bulannya,  dan nantinya akan diperuntukkan,  untuk membeli hewan qurban sapi atau kambing, di hari raya Idul Adha tahun depan. Si teman  beralasan, jika tidak membuat tabungan seperti ini, dikhawatirkan ia tidak sempat, atau lupa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk keperluan berqurban.
Hari raya Idul Adha adalah waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Selain adanya kesempatan beribadah haji bagi yang mampu, dianjurkan pula untuk dapat berqurban sapi atau kambing. Hewan qurban tersebut nanti akan disembelih,  dan dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu.
Terkait niat berqurban ini, alhamdulilah sudah  saya lakukan,  setelah menabung melalui pengurus masjid beberapa waktu lamanya, dengan nominal sama tiap bulannya. Lalu  ketika tiba waktunya berqurban, saya langsung menyerahkannya pada pengurus masjid, untuk membeli hewan qurban tersebut. Saya lakukan cara seperti itu, karena memiliki pemikiran yang sama dengan teman. Yaitu takut lupa atau tidak sempat menabung membeli hewan qurban.
Memiliki niat untuk berqurban, adalah sesuatu yang sangat mulia namun  berat dilakukan. Mengapa? Karena godaan untuk menghambat,  atau menghindari terlaksananya niat ini sangatlah besar. Apalagi niat berqurban ini sejatinya untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
Itulah sebabnya demi bisa menyembelih hewan qurban, mayoritas orang melakukannya,  dengan cara menabung sedikit demi sedikit. Entah dikumpulkan dalam tabungan di rumah  atau menitipkannya pada pengurus masjid. 
Namun herannya, mengapa pada saat ingin membeli keperluan yang bersifat duniawi, seseorang bahkan saya sendiri, sangat mudah mengeluarkan uang untuk mewujudkan keinginan tersebut. Padahal seringnya barang yang diinginkan itu, lebih mahal bila dibandingkan harga hewan qurban. 
Katakanlah seperti gadget. Coba ingat kembali, betapa kita sangat mudah mengeluarkan uang jutaan rupiah, untuk membeli gadget inovasi terbaru. Dan itu semua kita lakukan tanpa pikir panjang. Sedangkan untuk membeli hewan qurban, kita masih berpikir seribu kali untuk melakukannya. Ujung-ujungnya kadang-kadang batal berqurban. Andaikan terlaksana, harus diwujudkan dengan cara menabung. Bukan langsung mengeluarkan sejumlah nominal harga hewan qurban sekaligus.
Sehingga pada akhirnya, patut dipertanyakan kembali. Sebenarnya bagaimana sejatinya niat kita untuk berqurban. Betul-betul ikhlaskah demi Allah SWT, ataukah masih ada ganjalan di hati? Jika semuanya dilakukan dengan ikhlas,  tentunya kita tidak akan berpikir berulang kali,  untuk sekaligus mengeluarkan uang demi seekor hewan qurban. Kita akan melakukannya sama seperti ketika hendak membeli sebuah gadget tercanggih.
Jadi mulai sekarang yuk ubah pola pikir. Bahwa membuang uang untuk dibelanjakan di jalan Allah, tidak akan membuat kita jatuh miskin ataupun berkurangnya harta. Justru kekayaan kita akan bertambah. Hal ini akibat banyaknya doa yang tercurah. Doa dari orang-orang yang kita bahagiakan,  karena kita telah ikhlas membahagiakan mereka. 

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *