Uncategorized

Bijaklah Memilih Topik Pembicaraan

Hari  itu seperti biasa saya santap siang bersama teman sekantor di ruang makan. Kami semua sangat akrab satu sama lain, sehingga selalu melakukan apapun bersama-sama. Termasuk makan siang seperti ini,  sudah menjadi kebiasaan yang selalu kami lakukan.
Selama makan siang kami saling bertukar cerita. Hal apa saja bisa menjadi topik pembicaraan yang seru bagi kami. Tak jarang  terbahak-bahak, ketika mendengar cerita salah satu teman yang pada dasarnya suka bercanda.
Namun di hari itu saya rasakan suasana makan siang kurang menyenangkan. Entah mengapa tiba-tiba menjadi kehilangan selera makan, dan rasanya ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan itu.
Ya, karena topik pembicaraan kami saat itu adalah, tentang hubungan suami isteri. Berawal dari teman yang baru saja menikah, dimana tentu saja topik yang seru seputar pengantin baru,  adalah tentang malam pertama. Jadilah si teman ini, diminta untuk menceritakan pengalaman malam pertamanya.
Saya pun merasa risih ketika pembicaraan sudah mengarah pada topik tersebut. Apalagi ketika mereka semua kemudian menyuruh saya, untuk bercerita tentang hal yang sama. Tanpa berlama-lama lagi, saya mencoba untuk tersenyum, menghindar,  dan segera beranjak dari ruangan itu.
Entahlah. Menurut saya ada beberapa hal yang dapat dibicarakan di depan umum. Namun ada pula yang seharusnya menjadi rahasia, dan tak semestinya orang lain mengetahuinya. Dalam hal ini jika kita tak pandai memilahnya, sudah pasti akan menjadi bumerang bagi kehidupan kelak.
Ada beberapa hal yang tak patut menjadi bahan perbincangan untuk umum. Katakanlah seperti masalah keuangan keluarga. Sebagai contoh isteri yang berpenghasilan lebih besar daripada suami. Jika hal ini sampai terdengar oleh orang lain, bukankah akan menjadi satu hal yang merendahkan martabat suami sebagai pemimpin keluarga?
Contoh lain jika kita memiliki hutang piutang yang masih belum terselesaikan, dan kesulitan bagaimana mengatasinya. Bukan tidak mungkin orang lain akan menjauh, karena takut kita meminjam uangnya.
Dan yang paling beresiko adalah ketika kita menceritakan tentang kehidupan pribadi, terutama hubungan suami isteri kepada teman. Selain bersifat pribadi, agama pun juga melarangnya. Sebab topik ini sangat mudah dijadikan bahan olok-olok,  dan yang pasti akan menyakiti hati. 
Apakah kita tidak merasa malu,  jika orang lain mengatakan bahwa suami atau isteri adalah orang yang bernafsu besar, hanya karena kita pernah bercerita, bagaimana perilaku selama berhubungan?
Apakah tidak merasa malu,  jika ada teman yang mengatakan kita memiliki perilaku seks menyimpang, hanya karena pernah bercerita,  tentang posisi aneh dalam bercinta yang pernah dilakukan?
Sungguh, hal tersebut sama sekali tak patut untuk dijadikan tema,  dalam pembicaraan dengan teman. Ketahuilah bahwa  itu akan menjadi permasalahan terbesar,  yang akan muncul di kemudian hari,  jika kita tak pandai menyikapinya.
Salah satu hal penting,  dalam membina hubungan baik dengan teman adalah saling tukar pikiran, berbincang hangat, dan berbagi pengalaman. Namun bijaklah. Ada beberapa hal yang sebenarnya tak patut dibicarakan di depan umum,  dan seharusnya menjadi rahasia. Jika tidak menyadarinya, yakinlah bahwa kehancuran besar akan terjadi, dalam kehidupan kita di masa depan.
So, be wise guys!

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *