Uncategorized

Semipro, Festival Lokal Tahunan yang Membuatmu Betah di Probolinggo

Sumber gambar : www.google.com

Saya lahir di kota bernama Probolinggo. Meski saat ini sudah hijrah ke Surabaya, saya tetap  tak bisa melupakan kota ini. Sebuah kota kecil di provinsi Jawa Timur, yang sering  membuat saya tertawa ketika berjalan-jalan. Bayangkan saja, jika pada awalnya kita memulai perjalanan dari alun-alun kota, tak lama kemudian pasti sudah sampai kembali ke tempat asal. Akibat sangat kecilnya kota tersebut.
Tetapi meskipun kecil, harus saya akui kota ini aman, damai dan tenang. Hawanya sangat panas karena berdekatan dengan laut, yang memungkinkan banyak nelayan,  menjual ikan hasil tangkapannya di pasar tepi pantai. Inilah yang menjadi daya tarik bagi penggemar ikan seperti saya,  untuk datang ke Probolinggo. Hehe.
Nah, beberapa tahun lalu saya baru mengetahui, bahwa ada satu festival lokal  tahunan yang selalu digelar. Bernama SEMIPRO atau singkatan dari SEMINGGU DI PROBOLINGGO. Sebuah festival yang menggelar berbagai potensi semua daerah yang ada di Probolinggo. Dengan tujuan tak lain ingin meningkatkan kualitas dan daya tarik kota Probolinggo,  sebagai rujukan bagi wisatawan,  tentunya dengan jadwal yang sudah dipastikan.
Awal penyelenggaraan Semipro ini digelar di tahun 2009. Saya ingat betul ketika itu saya menikah, dan rombongan calon suami sempat terlambat, akibat macetnya jalan raya dikarenakan adanya Semipro ini. Hehe.
Dan kini,  penyelenggaraan Semipro telah memasuki tahun ke sembilan,  sejak pertama kali digelar. Jika di tahun 2009 hanya menyajikan pementasan seni dan budaya, perlombaan olahraga dan festival, kini event Semipro memberikan lebih banyak kegiatan.
Seperti pada penyelenggaraan tahun 2017 ini, Semipro dibuka di alun-alun kota Probolinggo pada tanggal 28 Agustus,  yang kemudian berlanjut dengan beberapa kegiatan, selama satu minggu lamanya.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Sapi Brujul. Lomba karapan sapi sama seperti dengan yang sering digelar di Madura. Bedanya jika di Madura balapan sapi tersebut dilakukan di lahan sawah kering, sedangkan Sapi Brujul diselenggarakan di tanah yang penuh lumpur dan berair. Alhasil perlombaan ini semakin seru dan menarik perhatian. Juga sangat menarik jika bisa didokumentasikan.
Selain kompetisi Sapi Brujul, Semipro juga diisi dengan berbagai kesenian lokal seperti Tari Lengger, dan  Tari Jaran Bodhag. Ada juga kesenian ludruk, campursari, keroncong dan seni musik lainnya. Tak hanya itu. Semipro juga menampilkan berbagai kesenian dan budaya beragam etnis,  dari daerah lain di luar kota Probolinggo. Hmmm,  saya bisa bayangkan betapa kemeriahan luar biasa terjadi,  manakala festival Semipro ini digelar.
Lebih seru dan menyenangkan lagi, terdapat pula stand pameran dari UMKM, gabungan beberapa hotel, juga sajian macam-macam  kuliner yang tentu saja menggugah selera. Nah, ini nih yang bisa membuat seseorang penasaran untuk mencicipinya.
Pada akhirnya,  sebagai seseorang yang pernah merasakan masa kecil di kota Probolinggo, saya berharap event ini akan berlangsung rutin setiap tahun. Tak lain agar supaya kota ini semakin dikenal,  sebagai salah satu tujuan wisata yang ramah dan menyenangkan. Selain itu juga sebagai wujud perhatian pemerintah, terhadap kesenian dan kebudayaan yang ada. Dan secara tak langsung, dapat pula meningkatkan perekonomian masyarakat Probolinggo pada umumnya.
Hmmmmmm, kapan ya saya  bisa datang lagi ke Probolinggo?

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *