Uncategorized

Friday is Not Free Day

Hari Jumat adalah waktu yang paling baik dan tepat untuk melakukan kebaikan. Itulah yang selalu saya dengar dari ceramah ulama dan tokoh agama. Bahkan menyebutnya sebagai hari raya umat muslim.
Berkenaan dengan itu, maka alangkah baiknya jika di hari Jumat,  setiap orang berlomba dalam kebaikan. Seperti mengaji, melakukan shalat Jumat dan shalat Sunnah lainnya, bersedekah, berdzikir, juga membantu kesulitan orang lain. Dan hal ini tak hanya berlaku bagi kaum pria. Tetapi kaum wanita pun sedapat mungkin berbuat yang sama.
Tetapi mayoritas orang berpendapat, bahwa keistimewaan hari Jumat terletak pada pendeknya waktu, untuk melakukan aktivitas. Sebab seringkali saya mendengar ungkapan seperti ini “Ayo, cepat selesaikan semua urusanmu. Sekarang hari Jumat. Hari pendek. Nanti enggak keburu.” Hari Jumat juga identik dengan semakin dekatnya waktu untuk berakhir pekan. Hari yang sangat dinantikan oleh semua orang untuk melepas penat,  setelah seminggu sibuk beraktivitas.
Lain lagi dengan pendapat kaum wanita. Jumat adalah waktu yang sangat tepat untuk berjalan-jalan dan berbelanja. Saya pun memiliki pendapat yang sama. Itulah sebabnya di hari Jumat, ketika kaum pria menunaikan ibadah shalat, saya dan teman-teman wanita,  lebih memilih mendatangi pusat perbelanjaan atau cafe untuk bersantai.
Padahal sekali lagi, sebenarnya hari Jumat sangat baik dan dianjurkan,  untuk banyak melakukan kebajikan. Sebab pahala yang akan didapatkan, buah dari perbuatan baik tersebut akan berlipat ganda. Allah SWT sendiri telah menjanjikannya.
Namun begitulah. Belum banyak manusia yang menyadari keistimewaan hari Jumat. Termasuk saya. Entahlah. Masih saja berpikiran hari Jumat,  adalah waktu yang sangat menyenangkan. Membayangkan esok hari libur dan waktunya bersantai. Alias Friday is Free Day.
Tetapi ketika manusia menyadari, bahwa hari Jumat sangat tepat,  untuk banyak melakukan amal baik, maka tentunya ia akan cukup sibuk. Untuk apa? Pastinya sebanyak-banyaknya melakukan kebaikan. Entah bersedekah, mengaji, berdzikir, melakukan shalat, membantu orang lain dan lain-lain. Karena ia merasa pahala di hari Jumat sangat layak dikejar, demi meningkatkan kualitas hidup.  Dalam arti Friday is Not Free Day.
Jika belum sanggup melakukannya, minimal menahan diri dari berkata-kata kasar atau menghujat orang lain. Sebab pastilah perbuatan ini akan sanggup menyakiti hati. Akibatnya bukan tidak mungkin jika tali silaturahmi dan pertemanan menjadi terputus, hanya karena tidak sanggup menjaga lisan.
Jadi marilah kita semua menyibukkan diri,  dengan banyak melakukan amal baik ketika datang hari Jumat. Tujuannya tak lain demi mendapatkan pahala kebaikan, seperti yang telah dijanjikanNya. Friday is Not Free Day. Setuju?
Ups, sepertinya tadi siang saya menghujat salah satu teman. Semoga menjadi pengingat diri untuk tak melakukannya lagi. Happy Friday.

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *