Bantulah yang Terdekat

Saya mempunyai saudara sepupu yang super kaya. Terlahir dari orangtua yang juga kaya raya. Akan tetapi kekayaan mereka sekeluarga, murni hasil dari kerja keras, dan tingkat pendidikannya yang tinggi.
Suatu kali si sepupu ini ingin membagikan sebagian penghasilannya,  untuk pembangunan masjid yang ada di kota tempat tinggalnya. Namun mendengar hal ini, orangtuanya memberi nasehat. Bahwa boleh-boleh saja menyumbang untuk keperluan tersebut. Tetapi sebelumnya,  disarankan terlebih dahulu melihat ke sekeliling. Adakah sekiranya orang lain,  atau bahkan saudara terdekat yang membutuhkan bantuan.
Mendengar hal itu, saudara sepupu ini akhirnya memahaminya. Lalu tak lama kemudian ia pun mendatangi semua saudaranya, untuk berbagi rezeki. Sedangkan bagi keluarga lain yang berada jauh di luar kota, ia bagikan rezeki itu dengan cara mentransfernya.
Membantu orang lain yang membutuhkan dalam bentuk financial, adalah satu hal yang sangat baik dilakukan. Pahalanya pun akan terus mengalir kepada kita. Bahkan doa dari orang yang dibantu, akan selalu terpanjat untuk kebaikan hidup kita. Maka berbahagialah jika diberi kesempatan untuk bisa membantu orang lain, dan ikhlaslah dengan semua itu.
Akan tetapi membantu orang lain pun,  juga tetap harus memperhatikan beberapa hal.  Pertama, sesuaikan dengan kondisi diri sendiri. Dalam arti apakah saat ini kita memiliki rezeki berlebih,  yang bisa diberikan kepada orang lain? Jika memang belum, tetap niatkan hati. Yakinlah bahwa entah kapan,  niat tersebut pasti akan terwujud.
Lalu tanyakan pada diri sendiri juga,  apakah masih mempunyai kebutuhan mendesak, yang harus dipenuhi. Misalnya keperluan anak sekolah, perawatan kesehatan, renovasi rumah dan lain-lain. Jika masih membutuhkan dana untuk kebutuhan penting diri sendiri, maka alangkah baiknya didahulukan. Apalah artinya membantu orang lain,  tetapi di kemudian hari justru berhutang. Alhasil akan semakin merepotkan.
Membantu orang lain juga perlu menyesuaikan dengan kondisi yang dibantu. Ketika yang membutuhkan pertolongan  adalah seorang lanjut usia, maka memberikan sejumlah dana menjadi wujud bantuan yang tepat. Namun pada saat ia adalah seseorang yang masih muda usia, memiliki kekuatan lahir dan batin untuk melakukan suatu pekerjaan, maka memberikan bantuan berupa modal usaha,  atau lapangan pekerjaan akan lebih bermanfaat.
Sudah menjadi fitrahnya bahwa setiap manusia saling membutuhkan. Tetap niatkan hati untuk membantu orang lain. Selama semua dilakukan dengan ikhlas, maka niscaya pahala kebaikan akan selalu kita dapatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *