Pelajaran dari Si Masa Bodoh

                      Sumber gambar : www.google.com

Siang itu ruangan kantor terlihat sunyi. Sesekali terdengar suara mesin pencetak sedang mengeluarkan hasil cetakannya. Atau suara musik lirih dari salah satu meja. Maklumlah. Ruangan auditor seperti ini mayoritas berisi orang-orang yang serius bekerja dan tanpa banyak cakap, karena harus benar-benar teliti dalam memeriksa laporan keuangan.
Namun sepuluh menit kemudian terdengar dering telepon. Lama sekali. Dan tidak ada satu pun yang berinisiatif bergerak mengangkatnya. Bahkan seorang teman laki-laki,  yang posisinya sangat dekat dengan pesawat telepon.
Tiba-tiba teman perempuan yang duduk di barisan paling belakang berdiri, berjalan menuju pesawat telepon. Terdengar sejenak suaranya berbicara dengan seseorang di seberang. Sejurus kemudian menutup telepon dan kembali ke tempat duduknya.
Tak lama kemudian ia berseru “Teman, lain kali kalau ada telepon, tolong angkat ya. Terutama yang posisinya dekat.” Ia bermaksud menegur teman laki-laki yang duduk dekat telepon. Tetapi saya lihat teman laki-laki ini sikapnya biasa saja. Seolah tidak mendengar dan terjadi apa-apa.  Terlihat jelas ia bersikap masa bodoh.
Masa bodoh. Adalah perilaku tidak peduli dengan kondisi sekitarnya. Ia hanya memperhatikan keasyikannya sendiri. Tidak melihat, mendengar atau merasakan apa yang sedang terjadi. Biasanya ketika ditegur pun ia tidak akan terlalu ambil pusing.
Sehingga kebanyakan orang lain merasa terganggu dengan sikapnya ini. Terutama jika si masa bodoh ini berada di lingkungan yang penuh dengan kepedulian. Coba bayangkan saja, ketika ada salah satu yang sedang sakit atau kesulitan,  dan semua teman datang membantu. Hanya ia sendiri yang tak tampak batang hidungnya. Pasti akan menjadi bahan pembicaraan yang kurang menyenangkan.
Dan yang lebih menjengkelkan, ia sama sekali tidak merasa tersinggung atau terketuk hatinya untuk memperhatikan kondisi sekitar. Padahal orang lain selalu mempedulikannya. Ia tak peduli ada yang terpuruk, tidak ambil pusing juga jika ada orang lain yang sedang bahagia. Hanya memikirkan dirinya sendiri. Kata-kata andalannya “Dia mau ngapain kek, aku enggak peduli. Asalkan jangan sampai dia menggangguku.”
Mungkin sebagian orang tak ingin berteman dengan si masa bodoh ini,  karena sikapnya yang kurang menyenangkan. Tetapi ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari sikapnya ini.
Bahwa ketika berteman dengan si masa bodoh, kita bisa belajar untuk peduli dan empati kepada orang lain. Belajar mendengar dan merasakan. Pada saat orang lain bersedih kita belajar untuk merasakan kesedihannya, dan jika bisa membantu meringankan bebannya. Namun ketika orang lain berbahagia, kita belajar bersyukur, dan  ikut merasakan kegembiraannya.
Pada akhirnya, cobalah untuk berteman dengan siapa saja. Meskipun ia memiliki sifat yang kurang baik dan menyenangkan. Karena sesungguhnya di balik itu ada pelajaran penting yang bisa kita ambil, untuk lebih memperbaiki sikap dan perilaku diri sendiri.

1 thought on “Pelajaran dari Si Masa Bodoh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *