Uncategorized

Berikan Kasih Sayang dengan Kritik

Tadi malam saya mendapatkan pengalaman seru. Ceritanya saya menjadi bintang tamu, dalam acara bedah tulisan di komunitas One Day One Post. Saya telah menyetujui menyajikan tulisan, untuk dapat dibedah bersama teman-teman.
Pada awalnya sempat ragu tulisan mana yang akan saya beberkan. Namun karena admin meminta genre  fiksi, dengan rasa kurang percaya diri, saya sajikan saja tulisan yang menjadi tugas minggu lalu.
Sesaat setelah saya paparkan tulisan, terasa sunyi tidak ada yang memberikan komentarnya. Tetapi lima menit kemudian, muncullah suara teman-teman grup. Dan rata-rata mereka semua memberikan kritik yang cukup pedas atas tulisan tersebut.
Perlahan saya baca dan renungkan semua masukan mereka. Setelah saya rasakan memang banyak pendapat diantaranya yang benar. Dalam arti saya mengakui, bahwa ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam tulisan itu. Dan sejurus kemudian kami semua saling memberi masukan dengan santai, bahkan bersenda gurau.
Kritikan adalah  cara dari seseorang untuk memberikan nasehat,  atau saran bagi perbaikan satu kegiatan,  yang dilakukan orang lain. Selain itu kritik juga merupakan tindakan untuk mengoreksi perbuatan orang lain,   agar ke depannya tidak melakukan kesalahan yang sama.
Namun ada beberapa orang yang enggan memberikan kritik kepada teman, sahabat, anggota keluarga,  atau orang lain di sekitarnya. Alasannya macam-macam. Ada yang takut, sungkan, bahkan masa bodoh. Terkadang ada yang berpikir tak perlu memberikan kritik, karena menganggap orang tersebut sudah dewasa, serta mampu membedakan mana yang benar dan salah.
Jika ditanya tentang kritik, jujur saya katakan bahwa bisa menerimanya. Dengan kata lain saya tidak alergi kritik. Karena saya selalu beranggapan bahwa kritik akan sangat bermanfaat bagi perkembangan diri sendiri. Sehingga jarang sekali saya merasa marah, kurang enak hati, atau tidak mau lagi berteman dengan si pengkritik.
Ketika ada teman, sahabat atau orang lain yang melakukan kesalahan, saya juga tak ragu memberikan kritik. Tak peduli apakah ia bisa menerimanya dengan baik ataukah tidak.  Ini semua saya lakukan agar orang lain, tidak terus menerus berbuat kesalahan. Juga agar ia dapat memperbaiki diri menjadi lebih baik. Bisa dikatakan itulah salah satu cara saya mencintai mereka. 
Jadi kesimpulannya, menyayangi orang lain tak hanya dilakukan dengan cara memberinya berbagai hadiah, atau membantunya mengatasi kesulitan. Berikanlah pula kritik yang membangun, ketika ada yang harus disempurnakannya. Juga koreksilah perbuatannya yang salah. Karena dengan cara itu, mereka akan belajar untuk menjadi lebih baik, jika mereka mampu menerimanya.

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *