Uncategorized

Jangan Salah Berkomunikasi

Beberapa hari lalu, pimpinan di kantor kami marah besar. Masalahnya ada salah satu teman  yang tidak masuk kerja,  karena ada keperluan keluarga. Sebetulnya tidak ada masalah dengan hal tersebut. Hanya saja menurut pimpinan, si teman salah dalam menyampaikan permohonan izinnya.
Teman tersebut mengajukan izin setelah pelaksanaan. Dalam arti, ia meminta izin pada pimpinan untuk tidak masuk kerja,  setelah berada di luar kota. Pimpinan berpendapat jika caranya seperti itu, berarti si teman bukan meminta izin, tetapi memberitahukan posisinya sekarang. Sebab pada hakekatnya meminta izin itu seharusnya dilakukan sebelum pelaksanaan.
Begitulah. Komunikasi menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan apapun juga. Entah pada saat bersekolah, bekerja, di dalam rumah, di lingkungan tempat tinggal. Juga berkomunikasi dengan orang berbagai usia dan status sosialnya. Sehingga ketika berkomunikasi, seseorang harus memperhatikan beberapa hal,  agar tidak terjadi salah paham yang dapat berujung pada perselisihan.
Ketika diajak berkomunikasi oleh orang lain, itu tandanya kita harus menjadi pendengar yang baik. Jadi berupayalah untuk memperhatikan setiap kalimat dari si lawan bicara. Hindari melakukan perbuatan yang merusak konsentrasi dalam mendengarkan, bahkan yang menyinggung perasaannya. Katakanlah seperti menyimak orang lain berbicara sambil bermain game online. Otomatis kita tidak fokus mendengarkannya. Bisa jadi orang lain pun tersinggung,  karena sikap kita yang seolah tak peduli.
Pada saat kita mengajak berkomunikasi orang lain, ada pula beberapa aturan yang harus dipahami. Antara lain harus memperhatikan berapa usia lawan bicara, serta bagaimana kedudukannya dalam masyarakat. Tentunya jika  berbicara dengan pejabat, pasti berbeda jika berkomunikasi dengan bawahan atau teman. Berbicara dengan orang yang lebih tua,  juga akan berbeda perlakuannya ketika mengajak komunikasi anak-anak. Sehingga kita perlu memahami bagaimana sebaiknya bersikap dalam berkomunikasi. Sikap yang salah akan menyebabkan terjadinya salah paham,  di antara semua orang yang melakukan komunikasi.
Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah isi dari komunikasi itu sendiri. Seperti pada contoh di atas. Meminta izin tidak masuk kantor, sebaiknya dilakukan sebelum pelaksanaan. Sebab jika meminta izin setelah pelaksanaan itu sama saja artinya dengan pemberitahuan. Isi dari komunikasi sebaiknya juga harus disampaikan secara jelas, tidak berbelit-belit,  
sehingga semua pihak dapat mengerti apa yang dimaksud.
Berkomunikasi adalah sesuatu yang memiliki seni tersendiri dalam melakukannya. Dan kita harus pandai-pandai menyikapinya. Sebab salah sedikit saja dalam melakukan komunikasi, bisa berakibat fatal. Bahkan berujung pada perselisihan yang tak kunjung berakhir.
Yuk, belajar berkomunikasi!

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *