Pelayanan Terbaik, Awal Terbukanya Pintu Rezeki

Suatu hari saya ingin membeli alat tulis. Berhentilah saya di sebuah toko kecil, yang menjual berbagai macam alat tulis. Terlihat dari balik etalase,  ada seorang pria duduk sambil menelepon seseorang.
Keasyikannya menelepon membuatnya tidak menyadari kedatangan saya,  sebagai calon  pembeli barang jualannya. Setelah saya memanggilnya dengan suara keras, barulah ia tersadar. Sambil masih memegang handphonenya,  dengan ketus ia bertanya apa yang ingin saya beli. Saya jawab beberapa barang yang dimaksud. 
Tetapi lagi-lagi ia bertanya  apa yang saya inginkan. Sedikit jengkel juga menerima pelayanan seperti itu. Bayangkan saja. Saya harus mengulangi perkataan untuk kedua kalinya, hanya karena ia tidak fokus mendengarkan. Antara suara saya atau dengan lawan bicaranya di ujung telepon.
Setelah membayar belanjaan saya pun,  ia sama sekali tidak mengucapkan terimakasih. Hanya menerima uang dan langsung kembali ke mejanya,  sambil terus menelepon. Kejengkelan yang memuncak, akhirnya memaksa saya untuk berdoa agar tokonya sepi pembeli. Tuh kan, baru kali ini saya mendoakan kegagalan orang lain.
Beberapa waktu lalu saya juga pernah mengalami hal yang sama. Maksud hati ingin meminta penjelasan dari staf pelayanan nasabah di sebuah bank, tetapi saya merasa tidak puas. Masalahnya sepele. Hanya karena si petugas tersebut tidak tersenyum selama memberikan pelayanan.
Ya, begitulah. Bagi orang-orang yang bekerja,  maupun memiliki usaha di bidang apapun, wajib hukumnya untuk memberikan pelayanan terbaik,  kepada calon konsumennya. 
Pepatah mengatakan “Pembeli adalah Raja.” Artinya konsumen adalah seseorang yang memiliki peluang besar,  untuk membeli produk atau menggunakan jasa, yang ditawarkan seseorang atau suatu perusahaan. Dan satu hal yang bisa menarik minat  untuk melakukan hal itu,  adalah jika mereka mendapatkan pelayanan terbaik,  dari si penjual atau pemilik usaha.
Pelayanan tersebut bermacam-macam. Diantaranya bagaimana menjelaskan spesifikasi produk dengan jujur, seperti apa kelebihan dan kekurangannya. Atau bisa jadi memberikan pandangan dan pertimbangan kepada calon konsumen,  jika kebingungan memilih produk yang terbaik. Bahkan memberikan kemudahan pada calon konsumen, agar tidak merasa kerepotan dengan prosedur yang harus dilewati.
Ketika semua hal itu sudah dimiliki oleh karyawan atau pemilik usaha, jangan lupa pula untuk selalu tersenyum, dalam berkomunikasi dengan calon konsumen. Bahkan ketika dalam kondisi, menghadapi  konsumen yang komplain atau merasa tidak puas,  dengan barang atau jasa yang digunakannya. Sebab itu semua sudah merupakan konsekuensi dari pekerjaan atau usaha yang dilakukan.
Dan ketika pelayanan terbaik sudah  diberikan, yakinlah cepat atau lambat rezeki akan datang. Sebab bukan rahasia lagi, jika seorang karyawan atau pemilik usaha, mampu memberikan pelayanan terbaik, maka otomatis hal tersebut akan menjadi alat promosi ampuh,  untuk meningkatkan pemasukan. Bukan tidak mungkin pembeli yang merasa puas, akan bercerita kepada orang lain, untuk membeli produk atau jasa di tempat sama.
Namun sebaliknya jika pelayanan yang diberikan sangat buruk, maka sudah pasti perlahan-lahan akan menutup pintu rezeki. Alih-alih bercerita. Bisa-bisa si calon pembeli gagal melakukan transaksi. Dan  paling parah justru mendoakan yang terburuk bagi si pemilik usaha. Seperti yang saya lakukan kepada si pemilik toko dalam cerita tersebut di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *