Ingin Hamil

Putri kecil saya saat ini sudah berusia mendekati empat tahun. Menempuh pendidikan Play Grup di salah satu sekolah dekat rumah, membuatnya mulai bersosialisasi dan memiliki banyak  teman. Sehingga ketika tiba waktu sekolah, ia terlihat sangat bahagia. 
Maklumlah ketika berada di rumah, ia menjadi satu-satunya puteri kecil kami. Kondisi saat ini, membuat saya belum bisa memberikannya seorang adik. Sebenarnya dalam hati sempat merasa sedih juga. Apalagi ketika  tiba-tiba saja ia memprotes dengan berkata “Ayah Bunda,  aku sendirian.” Protes yang dilakukannya dengan mimik muka lucu, sering membuat kami tertawa.
Namun itulah yang pada akhirnya menjadikan saya berpikir keras. Sepertinya ini sudah waktunya untuk bisa hamil,  dan memberikan seorang adik sebagai teman mainnya. Dan akhirnya memang beberapa hari ini,  saya cukup terbawa perasaan dan sangat ingin hamil.
Belum lagi ditambah lingkungan sekitar. Tetangga yang beberapa hari lalu mengadakan pengajian. Dan ternyata tujuannya ikut mendoakan anaknya yang sedang hamil empat bulan. Saya pun semakin terbawa perasaan.
Ada pula teman yang kemarin terlihat lemas dan mual-mual.  Teman lain pun banyak yang menggoda. Banyak juga yang mengira bahwa si teman baik ini sedang hamil. Padahal sebenarnya hanya masuk  angin biasa. Akhirnya keinginan untuk hamil pun semakin menjadi-jadi.
Tetapi memang dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi untuk bisa hamil kembali. Memerlukan kesiapan mental akan hadirnya seorang anak. Bukan rahasia lagi jika wanita yang sedang hamil, memiliki emosi  yang tak menentu. Dan ketika sudah melahirkan, di masa awal kelahirannya juga pasti membutuhkan banyak perhatian dari orangtuanya. Padahal saya sendiri adalah wanita pekerja, yang memiliki hak cuti melahirkan hanya tiga bulan. 
Sehingga pada akhirnya, saya memang harus bertanya terlebih dahulu kepada diri sendiri. Sudah siapkah untuk hamil kembali? Apa yang saya lakukan ketika anak tersebut sudah lahir? Apakah saya akan terus bekerja? Ataukah harus mengikhlaskan berhenti dari pekerjaan demi si buah hati? Dan jika memang harus berhenti bekerja, siapkah saya menghadapi dunia baru sebagai ibu rumah tangga?
Saat ini saya memang sangat ingin hamil kembali. Dan saya sudah benar-benar siap. Semoga Allah SWT mengabulkannya. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *