Uncategorized

Susahnya Mencari Orang Miskin

Beberapa hari lalu saya membantu nasabah mengurus keperluannya. Si nasabah ini adalah salah seorang pengusaha kaya di kota ini. Dan terbukti memang ia menabung uang dalam jumlah cukup besar di kantor kami.
Dari sekian persyaratan yang telah ditentukan, ada satu surat yang belum ia penuhi. Yaitu kartu keluarga yang harus dilegalisir pemerintah setempat.  Hanya itu saja. Namun tiba-tiba saja ia merasa keberatan dengan alasan terlalu sibuk,  dan tak punya waktu untuk mengurusnya.
Saya pun mencoba menyarankannya, untuk meminta bantuan orang lain dalam pengurusannya. Tetapi kemudian ia berkata dengan lantang, dan menurut saya tanggapannya tersebut sungguh lucu. Ia berkata sambil melotot dan membentak “Mbak, saya ini tinggal di perumahan elite! Jangankan untuk cari orang yang bisa bantu. Mencari orang miskin saja di sana susah!”
Terkejut saya mendengarnya. Dalam hati saya berkata jika orang ini sangat arogan dan sombong. Padahal saya menyampaikan hal tersebut, demi memudahkannya dalam mengambil tabungan. Sebab itu sudah merupakan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi.
Ya, begitulah. Di dunia ini ada orang yang sangat dimanja oleh Allah. Semua keinginan dan harapannya dipenuhi. Sehingga seharusnya ia harus selalu bersyukur dengan apa yang sudah ia terima. 
Tetapi apa faktanya? Beberapa diantaranya seolah lupa asal-usulnya. Lupa bahwa semua yang ia dapat, sebenarnya adalah karena kemurahan Allah SWT. Meskipun itu semua  harus disertai dengan kerja keras. Lalai pula jika semua adalah titipan. Titipan yang suatu saat akan dicabutNya, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Dan apabila tidak siap dengan semua ini, maka akan berpotensi membuatnya stress.
Memang tidak semua orang bersifat demikian. Ada pula yang diberikan kekayaan berlimpah, namun masih sering merenung darimana semua itu ia dapatkan. Dan bagaimana cara mendapatkannya. Sehingga ia selalu bersyukur dan tak lupa berbagi dengan orang lain.
Dan seyogyanya seperti itulah yang harus kita lakukan. Selalu ingat bahwa semua yang kita miliki adalah karena kemurahan dari Sang Mahakuasa. Harta, jabatan dan kekuasaan adalah sekedar titipan dariNya. Sesungguhnya Ia sedang menguji, seberapa besar ketergantungan kita kepada harta, jabatan dan kekayaan. Apakah dengan berlimpah harta, kita masih mengingatNya ataukah justru menjauh dariNya.
Dunia akan selalu berputar. Begitupun dengan takdir manusia. Terkadang ia ada di posisi puncak, ada kalanya ia tersungkur separah-parahnya. Dan manusia yang baik adalah ketika ia selalu bersyukur atas nikmatNya. Yang terpenting lagi jangan sampai menyombongkan diri. Karena sesungguhnya ia adalah makhluk yang lemah,  dan tidak memiliki apapun di dunia ini.

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *