Menghitung Kadar Pertolongan Orang Lain

Seorang teman bercerita bahwa ia mempunyai paman yang sifatnya sangat aneh. Atas dasar itulah si teman merasa kurang nyaman jika suatu saat bersilaturahmi dengan sang paman. Sampai-sampai ia berusaha sedapat mungkin menghindari pertemuan dengan pamannya tersebut.
Cerita berawal ketika suatu hari sang paman sangat membutuhkan uang, untuk pulang ke kampung halamannya di luar pulau. Karena tak berhasil meminta biaya pulang kampung tersebut ke anak-anaknya sendiri, maka ia meminta bantuan pada si teman.
Awalnya si teman ragu untuk membantu. Tetapi karena ia sudah terdidik dari kecil untuk membantu orang yang kesulitan, maka ia pun berusaha meringankan beban sang paman sesuai kesanggupannya. 
Tetapi setelah  menerima bantuan dari si teman, tiba-tiba saja si paman berkata “Kalau uangnya cuma segini, pasti dari kamu sekian, kakak kamu sekian. Hmmm adikmu sepertinya tidak membantu paman.  Biarpun tiap hari kerja, dapat duit, tapi anaknya banyak. Pasti uangnya habis buat anak-anaknya saja. Ya, sudahlah!”
Si teman tak bisa berkata-kata. Dalam hati ia mengumpat. Sudah dibantu, tak ucapkan terimakasih, malah menghitung berapa banyak yang ia berikan untuk sang paman. Alhasil si teman menjadi tidak ikhlas membantunya.
Manusia sejatinya tak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. Ia adalah makhluk yang lemah dan penuh keterbatasan, sehingga ada kalanya harus meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan sesuatu.
Sehingga ketika meminta bantuan,  hendaknya ia ikhlas menerima berapapun yang diberikan orang lain. Jangan pernah menghitungnya. Jika itu dilakukan maka ia telah menyakiti hati orang lain. Bisa jadi suatu saat orang lain akan sulit membuka pintu hatinya kembali di saat ia membutuhkan pertolongan. 
Dan seyogyanya sebagai pihak yang dibantu, jangan lupa untuk selalu mengucapkan terimakasih. Bisa berupa ucapan dan tindakan. Lalu upayakan untuk sedapat mungkin membantu orang lain sebagai bentuk balas budi dan rasa terimakasih.
Begitupun jika diberikan kesempatan membantu orang lain. Lakukan dengan tulus ikhlas dan tanpa menghitung. Lupakan saja bantuan itu dan jangan pernah mengungkitnya lagi. Meskipun orang yang dibantu lupa untuk berterimakasih atau bahkan menghitung kadar pertolongan tersebut. 
Sungguh sulit melakukan satu hal dengan ikhlas. Namun yakinlah suatu saat, cepat atau lambat, semua itu akan kembali lagi pada kita dalam bentuk kebaikan. Entah bagi diri sendiri atau keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *