Inilah Tiga Cara Berbakti pada Orangtua yang Sudah Meninggal

Hari itu seperti biasa saya menyimak acara siraman rohani di sebuah stasiun televisi swasta. Sambil mempersiapkan segala hal yang saya perlukan untuk berangkat ke tempat tugas, saya mengetahui bahwa tema yang diangkat penceramah saat itu adalah, bagaimana cara untuk tetap berbakti kepada orangtua yang telah dipanggil Yang Mahakuasa.
Dalam hati saya berkata, topik ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Telah beberapa tahun lamanya kedua orangtua telah pergi meninggalkan saya. Alhasil saat ini saya sudah menjadi yatim piatu. Namun jauh di lubuk hati,  saya masih ingin berbakti kepada ayah dan ibu. Saya merasa apa yang telah dilakukan selama ini belum cukup untuk membahagiakan beliau berdua.
Mungkin bagi sebagian orang, mereka beranggapan tak perlu lagi berbakti kepada orangtuanya yang sudah meninggal. Sebab secara fakta, orangtua tak ada lagi di dunia ini demi  mendampingi anak-anaknya. Orangtua sudah hidup di alam yang berbeda. Sehingga mereka merasa tak mungkin orangtuanya melihat perbuatan baik anak-anaknya. Atau bisa jadi mereka belum paham, bagaimana cara untuk dapat berbakti pada orangtua, meskipun telah meninggal dunia.
Dan ternyata menurut penuturan sang penceramah tersebut,  ada beberapa cara yang dapat dilakukan seseorang, untuk tetap berbakti kepada orangtuanya, meskipun sudah menghadap kepada Allah SWT. Inilah diantaranya.
  1. Berdoa. Jika orangtua masih hidup, kita bisa membahagiakan mereka dengan berbagai cara. Misalnya menjadi anak yang berprestasi, selalu menurut kata-kata mereka, tidak melawan atau berkata kasar. Bahkan membuat mereka tersenyum pun sudah menjadi tanda bakti kita kepada orangtua.  Namun ketika orangtua sudah tidak bersama kita lagi, maka berdoa dapat menjadi salah satu jalan bagi seorang anak untuk berbakti.  Sebab seuntai doa dari anak yang sholeh akan dapat memberikan penerangan bagi mereka di alam kubur. Doa dari anak yang sholeh juga merupakan salah satu hal yang tak akan terputus ketika seseorang telah meninggal dunia.
  2. Beramal atas nama orangtua. Cara kedua yang dapat dilakukan bagi seorang anak untuk tetap berbakti pada orangtua yang sudah meninggal adalah dengan beramal. Dan tentunya perbuatan amal tersebut diniatkan atas nama orangtua. Dengan cara ini seorang anak akan mendapatkan dua pahala sekaligus. Yaitu pahala untuk diri sendiri, serta pahala karena telah berbakti kepada orangtua. Selain itu amal baik yang dilakukan si anak ini, akan menambah timbangan kebaikan orangtuanya di hari perhitungan nanti.
  3. Menyambung silaturahmi. Hal ketiga yang dapat dilakukan sebagai bentuk bakti anak kepada orangtua adalah mempererat silaturahmi. Terutama antar saudara. Sebab ada kalanya sepeninggal orangtua, sang anak saling berebut harta warisan, yang sebenarnya justru berpotensi menimbulkan pertengkaran bahkan memutus ikatan tali silaturahmi. Untuk itu sebagai anak yang berbakti, tetaplah untuk memelihara hubungan silaturahmi dengan seluruh keluarga. Entah dari pihak ayah atau ibu. Hindari segala hal yang menjadi pemicu keretakan hubungan. Jika  terwujud maka niscaya hal ini akan menjadi salah satu bentuk usaha untuk tetap berbakti kepada orangtua, meskipun telah pergi meninggalkan kita.

Nah, itulah tiga cara yang dapat dilakukan seorang anak untuk tetap berbakti kepada orangtuanya yang telah menghadap Sang Mahakuasa. Dan Insya Allah, saya juga akan melakukannya.

#onedayonepost
#nonfiksi
#temabebas

2 thoughts on “Inilah Tiga Cara Berbakti pada Orangtua yang Sudah Meninggal”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *