Uncategorized

Ingin Hidup Lebih Berkah? Waspadai Tiga Godaan Dunia Ini

Suatu hari tanpa sengaja saya menyaksikan satu berita dari seorang selebritis ternama tanah air yang sedang mengalami musibah. Ia adalah seorang aktor yang banyak sekali membintangi serial televisi. Terkadang saya amati si aktor ini bisa membintangi dua sampai tiga judul serial sekaligus. Belum lagi jika stasiun televisi  mengundangnya untuk hadir secara langsung di satu program acara. Jika dihitung secara kasat mata, si aktor ini seolah-olah menghabiskan dua puluh empat jam waktunya untuk beraktivitas.
Dalam hati saya merasa takjub. Heran melihat kekuatan fisik tubuhnya yang terlihat masih segar meskipun banyak menjalani kegiatan ini dan itu. Bagaimana mungkin ia tidak mudah lelah dengan kesibukan yang seolah sehari semalam harus dilakukan. Sedangkan saya sendiri yang hanya menjalani aktivitas kantor dan rumah tangga, mudah sekali lelah setelah bekerja.
Ya begitulah. Banyak sekali manusia yang rela menghabiskan waktunya hanya  untuk beraktivitas duniawi. Ketika ditanya apa yang menjadi alasannya untuk melakukan semua itu jawaban yang pasti terlontar adalah demi memenuhi kebutuhan hidupnya di dunia.  Namun apakah dengan semua itu, akan menjadikan hidupnya lebih berkah? Lebih bahagia dengan banyak harta? Lebih tenang dengan tercukupinya kebutuhan?
Inilah sebenarnya yang menjadikan manusia salah kaprah dalam berpikir tentang kebahagian dan keberkahan hidup.  Mengapa? Karena sebenarnya ada tiga hal yang harus manusia waspadai tentang godaan duniawi. Godaan yang menjadikan kehidupan manusia semakin tidak berkah dari hari ke hari. Inilah tiga godaan duniawi tersebut.
  1. Kesibukan. Godaan pertama adalah kesibukan yang tiada henti.  Lihatlah betapa banyaknya manusia yang bekerja hingga larut malam. Sampai-sampai merasa tidak cukup waktu untuk menyelesaikannya. Lucunya lagi, hari libur pun masih saja ia gunakan untuk bekerja. Padahal hari libur tersebut harus digunakan sebaik-baiknya untuk beristirahat. Agar esok hari bisa kembali menjalani aktivitas dengan tubuh segar dan sehat. Semakin banyak pula wanita bekerja dengan dalih membantu suami. Tetapi faktanya ia bekerja keras demi mendapatkan karir yang bagus, sehingga ada kalanya tak punya waktu untuk mengurus keluarga yang sejatinya justru menjadi tanggung jawabnya.
  2. Kemiskinan. Godaan kedua adalah kemiskinan. Dalam arti selalu merasa miskin dibandingkan tetangga, teman, saudara dan orang lain di sekitarnya. Ketika tetangga memiliki mobil baru, langsung merasa iri hati karena hanya memiliki sebuah motor.  Pada saat teman bercerita memiliki sebuah rumah di luar kota untuk tempat beristirahat,  serta merta lantas merasa tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan. Padahal sudah memiliki rumah yang nyaman untuk tempat tinggal. Alhasil rasa kurang bersyukur dan selalu merasa miskin seperti ini akan membuat hatinya tidak tenang dalam menjalani hidup. Karena setiap hari berpikir bagaimana caranya mendapatkan banyak uang dengan cara instan bahkan tidak halal untuk mengimbangi harta orang lain.
  3. Cita-cita. Godaan ketiga adalah cita-cita yang tak pernah terwujud. Katakanlah pada saat ingin menjadi orang yang berpangkat dan  berkedudukan tinggi di hadapan masyarakat sekitarnya. Baginya pangkat dan kedudukan adalah sebuah status sosial yang menjadikannya lebih dihormati. Pada akhirnya setiap hari ia berpikir bagaimana caranya memperoleh kedudukan dan pangkat yang tinggi. Dengan cara apapun. Bahkan cara-cara yang diharamkan dalam agama dan dilarang oleh Allah SWT seperti menyuap atau menjatuhkan orang lain. Hasilnya? Semakin lama masyarakat akan menyadari hal tersebut dan justru semakin tidak menghormatinya. Bukan lagi kehormatan yang akan diterima. Namun cercaan dan hinaanlah yang akan diterima.

Kehidupan manusia tidak hanya berlangsung di dunia saja. Ia juga akan menjalani hidup sesungguhnya di fase kehidupan berikutnya. Hiduplah secara seimbang. Memenuhi kebutuhan dunia namun masih ingat dengan sang Pemilik Hidup. Mencari harta di dunia, namun masih mengingat bagaimana cara halal untuk mewujudkannya. Semoga setiap manusia mampu menjalani kehidupan yang penuh keberkahan dalam lindungan Allah SWT.  

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *