Gojek, Satu Aplikasi Bernilai Tiga Misi

Sumber gambar : www.google.com

Sudah bukan rahasia lagi jika Surabaya adalah salah satu kota terbesar di Indonesia. Wilayahnya yang sangat luas, membuat seseorang harus betah berlama-lama dalam berkendara.
Bagi saya pribadi, yang sebenarnya berasal dari kota  kecil, hidup di Surabaya menjadi satu tantangan tersendiri. Bayangkan saja. Sejak awal menginjakkan  kaki di kota ini, saya harus cepat menghafalkan jalur jalanan,  agar tidak mudah tersesat. 
Selain itu satu kekurangan  di masa lalu yang tidak bisa mengendarai motor,  membuat saya sangat kesulitan untuk menuju tempat tujuan.Alhasil saya pun harus mencari alternatif transportasi,  yang bisa mengatasi kesulitan ini. Pada akhirnya bus kota dan angkutan umumlah yang menjadi pilihan saya.
Namun seiring berjalannya waktu, serta kemajuan teknologi yang terus berkembang, saat ini telah hadir berbagai macam transportasi, yang sudah dioperasikan dengan sistem online. Dan  transportasi online yang berkembang pesat, khususnya di kota Surabaya ini adalah Gojek.
Gojek adalah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi  roda dua. Didirikan pada tahun 2010 berbasis teknologi online. Adapun misi dari   Gojek ini  adalah menjadikannya sebagai salah satu perusahaan transportasi yang   berjiwa sosial, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor informal.
Gojek sendiri memiliki tiga komponen nilai pokok yaitu :
  1. Kecepatan. Perusahaan Gojek  selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik,  kepada para pelanggannya, dalam hal kecepatan merespon permintaan. Hal ini saya rasakan sekali, ketika mencoba melakukan pemesanan Gojek, untuk mengantar ke satu tujuan tertentu. Setelah melakukan pemesanan, tertera dalam aplikasi bahwa dalam selang waktu tak begitu lama,   akan ada seorang driver yang menjemput,  dan siap mengantar sesuai tempat tujuan.
  2. Inovasi. Tak bisa dipungkiri  lagi, bahwa perusahaan Gojek telah melakukan beberapa inovasi dalam aplikasinya,  sehingga lebih memudahkan pelanggan,  dalam memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya. Hal ini terbukti dari banyaknya menu dalam aplikasi tersebut.  Katakanlah seperti Go Food, untuk melakukan pemesanan makanan. Go  Send untuk pengiriman barang. Go Car jika pelanggan ingin mencapai satu tujuan,  dengan perantara mobil. Bahkan  Go Clean, jika pelanggan  membutuhkan bantuan dalam hal membersihkan rumah. Tak hanya itu. Dalam sistem pembayaran,   Gojek juga menerapkan inovasi  berupa deposit. Pelanggan dapat menyimpan sejumlah deposit dengan nominal tertentu. Lalu setiap kali selesai menggunakan jasa Gojek, pelanggan dapat membayarnya dengan deposit yang sudah tersimpan. Dan ternyata dengan semakin banyaknya transaksi non tunai  yang dilakukan, maka pelanggan dapat menikmati  potongan harga, yang diberikan oleh pihak Gojek. Sehingga benar adanya jika Gojek selalu melakukan inovasi dalam setiap perkembangannya.
  3. Dampak sosial. Fakta  berbicara bahwa Gojek sudah memberikan dampak sosial, dan sumbangsih yang cukup besar, dalam hal kesejahteraan masyarakat. Khususnya dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Jika kita amati, saat ini sudah banyak sekali masyarakat yang mencoba mencari penghasilan utama dari Gojek. Kemudahannya dalam menentukan sendiri jam kerjanya, membuat seorang driver Gojek dapat melakukan pekerjaannya,  tanpa mengganggu waktu aktivitas yang lain. Alhasil semakin banyak orang dari berbagai latar belakang,  mencoba berpenghasilan dengan menjadi seorang driver Gojek.

Kini Gojek telah menjadi aplikasi transportasi online, yang semakin digemari masyarakat. Perkembangannya sudah semakin pesat,  seiring dengan hadirnya aplikasi ini di 50 kota di seluruh Indonesia. Mengingat persaingan di dunia bisnis yang semakin ketat, harapan saya  semoga apa yang telah diraih Gojek saat ini,  mampu menjadi penyemangat untuk berkembang lebih baik lagi.
Yuk, naik Gojek!

11 thoughts on “Gojek, Satu Aplikasi Bernilai Tiga Misi”

  1. Saya suka naik gojek jika tujuannya ke Jakarta, turun dari stasiun trus naik go-jek deh dari pada bawa kendaraan macet

    Jika cuaca mendung saya pilih naik go car.. Hehehe.
    Lagi-lagi jika tujuannga ke Jakarta. Atau daerah Bogor jika jarak tempuhnya lebih dari 50km.

  2. Saya punya pengalaman lucu dg jasa ini beberapa waktu lalu, saat saya pesan bumbu mi Aceh. Pesanan diantar dg gojek. Dan, bayaran diberikan pada si pengendara Gojek. Karena tdk mengerti sistemnya saya tanyain ke pengirim, koq percaya dg gojek? Apa duitnya ntar bener-bener dikasih? Hahahah…ternyata, pengendara Gojek sudah bayarin dulu paketnya ke pengirim sebelum paket diantar. Hahah..saya dpt penjelasan dari Gojeknya, waktu tanpa malu saya tanyakan…hahhaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *