Ingin Menjadi Seorang Pemimpin? Penuhilah Delapan Kriteria Ini

Baru-baru ini beredar sebuah kabar,  yang sanggup mengguncang masyarakat di seluruh dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah melontarkan pernyataan mengejutkan,  bahwa ia menyatakan  bahwa Jerusalem adalah ibukota Israel, bukan Palestina.
Alhasil pernyataan kontroversialnya ini sanggup membuat seluruh dunia bergejolak. Aksi solidaritas bagi Palestina digelar di berbagai penjuru,  sebagai bentuk protes atas pernyataan Presiden Amerika Serikat  tersebut.
Di Indonesia sendiri,  aksi solidaritas membela Palestina ini, telah beberapa kali digelar  oleh berbagai lapisan masyarakat secara damai,  demi mengutuk keras arogansi Amerika Serikat terhadap masyarakat muslim khususnya Palestina.
Dalam hati saya juga sangat menyesalkan pernyataan Presiden Trump  tersebut. Sebab pernyataannya itu pada akhirnya, tidak menjadi salah satu hal, yang mampu mempertahankan perdamaian dunia. Tetapi justru membuat seluruh elemen masyarakat kecewa dan marah, hingga mampu melahirkan berbagai aksi protes. Padahal sebagai salah satu negara anggota dewan keamanan  Perserikatan Bangsa-Bangsa, sudah menjadi tugas Amerika Serikat,  untuk ikut menciptakan perdamaian dunia.
Ya, begitulah. Dari berita yang cukup menggemparkan tersebut, kita dapat mempelajari banyak hal. Bahwa pada intinya menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah. Betapa ia harus menjaga segala tutur kata dan tingkah lakunya, agar tidak selalu menimbulkan keresahan.  Sehingga diperlukan berbagai sifat dan karakter, yang mampu menjadikannya seorang pemimpin yang berwibawa dan disegani. Bukan sebaliknya,   yang arogan dan tak dihormati. Bahkan sebenarnya seorang pemimpin harus memiliki kriteria berikut ini :
  1. Disiplin dan ikhlas. Layaknya matahari yang tidak pernah terlambat bersinar setiap hari, seorang pemimpin  harus disiplin dalam segala hal. Juga ikhlas dalam melakukan semua tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Sebab ia adalah sosok yang selalu menjadi teladan, bagi setiap orang yang berada dalam lingkungan tempatnya bersosialisasi.
  2. Selalu menerangi. Seorang pemimpin harus selalu memberikan penerangan, bagi setiap orang yang dipimpinnya. Jika ada yang bertanya, ia harus mampu memberikan jawaban jujur dan jelas. Hingga semua orang paham dengan apa yang harus dikerjakannya. Hindari pula sikap tak peduli,  sehingga seolah lepas tangan dalam membimbing semua orang dalam lingkaran kepemimpinannya.
  3. Memberi petunjuk. Seperti bintang di langit yang berfungsi memberikan petunjuk arah dalam pelayaran, seorang pemimpin harus mampu memberikan arahan dan petunjuk yang jelas. Hindari menjerumuskan dengan memberi petunjuk arah yang salah, sehingga karyawan atau masyarakat yang dipimpinnya,  tidak salah dalam melakukan perintah. 
  4. Disegani bukan ditakuti. Pemimpin adalah orang yang dipilih,   atas dasar kelebihan yang dimiilikinya. Seperti kepandaian, kemampuan dalam kepemimpinan, dan keahliannya dalam mengambil keputusan. Sehingga  hal itulah yang menjadikannya sebagai pemimpin yang disegani. Hindari memperlihatkan diri sebagai pemimpin yang arogan, ditakuti, namun tidak memiliki kemampuan apapun.  Alhasil hal ini akan membuatnya menjadi sosok yang semakin tak disegani dalam kepemimpinannya.
  5. Pandai tempatkan diri. Seperti angin yang dapat mengisi semua ruangan kosong, seorang pemimpin hendaknya mampu menempatkan diri, di lingkungan manapun ia berada. Jika berada di lingkungan kantor, berlakulah sebagai seorang pemimpin. Namun pada saat sudah berada di luar jam kantor, berlakulah  layaknya teman baik. Dalam lingkungan perumahan, bersikaplah sebagai warga yang  selalu siap berkontribusi, bagi kemajuan daerah tempat tinggalnya. Pandai menempatkan diri akan menjadikannya pemimpin,  yang semakin dicintai.
  6. Selalu menerima. Pemimpin yang baik akan selalu menerima apapun,  yang terjadi dalam kepemimpinannya. Ia tidak akan mengeluh ketika diberikan seorang karyawan,  yang belum menguasai pekerjaan. Tetapi justru membantu karyawan tersebut,  agar dapat mengejar ketertinggalannya. Ia juga menyadari, meskipun posisi menempatkannya sebagai seorang pemimpin, ia tetaplah seorang manusia, yang tak luput dari kesalahan. Sehingga ia selalu terbuka akan kritik dan saran, untuk menjadikannya sosok pemimpin yang lebih baik lagi.
  7. Kuat. Seperti bumi yang sanggup menyangga semua benda yang ada di atasnya, seorang pemimpin harus kuat dalam menghadapi segala rintangan, dan tantangan yang terjadi dalam kepemimpinannya. Ia harus menjadi pemimpin tangguh dan tak cengeng, agar masyarakat merasa yakin,  bahwa mereka bisa menyelesaikan  semua masalah secara bersama-sama. 
  8. Selalu memotivasi. Pemimpin adalah sosok yang mampu memberikan motivasi dan semangat,  bagi setiap orang yang dipimpinnya. Jangan serta merta melemahkan semangat seorang karyawan, yang berusaha melakukan inovasi dalam pekerjaannya. Sebab biar bagaimanapun,  karyawan tersebut telah berusaha membantu menyelesaikan suatu masalah,  dengan cara yang diyakini mampu memberikan solusi.
Begitu beratnya syarat dan kriteria sebagai seorang pempimpin, maka hendaknya setiap orang dapat mawas diri,  jika memiliki keinginan mulia tersebut. Sebab seorang pemimpin yang baik sejatinya,  mampu memberikan kesejukan, serta dapat membawa setiap orang yang dipimpinnya menuju keberhasilan.
#onedayonepost
#nonfiksi
#artikelviral1

5 thoughts on “Ingin Menjadi Seorang Pemimpin? Penuhilah Delapan Kriteria Ini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *