Kata-kata Motivasi Sang Suami

Sudah hampir delapan tahun ini saya bersuamikan seorang pria pemalu. Maklumlah.  Sejarah masa kecil sedikit banyak mempengaruhi sifat pemalunya tersebut. 
Sudah ditinggalkan oleh sang ayah semasa SMP, membuatnya harus memikul tanggung jawab,  sebagai seorang laki-laki di usia belia, demi menjaga ibu dan dua adik perempuannya. Alhasil ketidak siapannya memikul beban tersebut,  menjadikannya seorang yang pemalu, dan minder dalam bersosialisasi.
Namun, beberapa waktu belakangan ini tiba-tiba saja perilakunya, menurut saya sedikit menampakkan perubahan. Dan satu perubahan yang jelas saya lihat adalah bahwa suami mulai sering memasang status di media sosialnya. Padahal sebelumnya hal tersebut tidak pernah ia lakukan.
Jujur sempat terkejut melihat perubahan perilaku suami. Namun saya pikir ini adalah proses perkembangan dirinya, agar tidak monoton dalam menjalani hidup. 
Lucunya di hari itu saya terkejut. Hari itu suami menuliskan status yang cukup indah di media sosialnya. Bunyinya sebagai berikut :
“Tetaplah manis, meskipun berada di tempat yang pahit, dan tetaplah kecil meskipun telah menjadi besar. Semangat!”
Saya terperangah membaca status tersebut. Anehnya tak hanya saya yang merasakan keindahan kalimat-kalimat itu. 
Ternyata teman-teman suami yang lain juga sangat menyukai status itu. Bahkan ada beberapa teman yang menyarankan, agar status tersebut jangan diganti sampai kapanpun. Hehe.
Ketika ditanya apa yang  menjadi penyebab munculnya status tersebut, suami hanya tersenyum. Secara diplomatis beliau berkata bahwa sebagai manusia,  kita harus pandai bersikap,  dan menempatkan diri dimanapun kita berada.
Namun sejatinya saya mengetahui secara pasti asal mula status tersebut. Semua bermula dari kondisi suami saat ini.
Beberapa waktu lalu suami mendapatkan rezeki berupa kenaikan pangkat,  dan jabatan di tempat kerjanya. Hal inilah yang menjadikannya harus cepat beradaptasi, melakukan penyesuaian di sana sini, termasuk bagaimana caranya, agar terus menambah ilmu,  seiring dengan amanah yang diterimanya.
Tetapi selayaknya suatu perubahan, pastilah hal tersebut tidak mudah untuk dilalui begitu saja. Halangan dan rintangan selalu menyertai proses perubahan itu. Dari sulitnya proses menambah ilmu, serta bagaimana harus bersikap,  dalam bersosialisasi di tempat baru,  dengan personil yang juga baru. 
Tak hanya itu. Godaan setan yang selalu berusaha menggoyahkan keteguhan hati, untuk berperilaku benar,  juga tak luput menyertai proses perubahan ini. Sehingga setiap orang hendaknya harus mawas diri, dan berhati-hati, agar tidak terjerumus ke dalam kesalahan,  yang pada akhirnya hanya mampu disesali.
Tiba-tiba saja saya merasa perlu,  untuk selalu memberikan semangat pada suami,  agar setiap saat berbuat yang terbaik dalam hidup ini. Memberinya keyakinan bahwa apa yang terjadi padanya,  merupakan anugerah sekaligus ujian hidup. Dan mengajaknya untuk  bersama  menghadapi rintangan,  dan berdoa agar Allah SWT,  selalu memberikan kemudahan dalam setiap langkah hidupnya.
#30harimenulis
#hari2
#onedayonepost

5 thoughts on “Kata-kata Motivasi Sang Suami”

  1. Memang kata-kata motivasi bisa memengaruhi sesiapa yang membacanya.
    Karena itu selalu suka tulisan/status teman yang bisa memotivasi kita saat membacanya..buka sekedar menyebarkan hal yang buruk semata.

    Semoga suami amanah menjalankan tugasnya ya Mbak:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *