Uncategorized

Tak Berjodoh

Saya mempunyai seorang teman baik yang sudah dua kali ini tak berjodoh. Bukan dengan seorang wanita, melainkan dengan seekor burung kecil jenis cucak, yang terkenal dengan suara indahnya. ūüėā
Kisahnya bermula di kantor baru. Di tempat ini saya mengenal  seorang teman,  yang ternyata penggemar berat burung. Kegemarannya ini membuatnya berinisiatif membawa seekor burung ke kantor. Dan jujur saya terhibur karenanya. Kantor serasa penuh warna dengan hadirnya kicauan burung yang indah. Serasa hidup di tengah alam yang hijau dan segar. 
Dan saya sungguh takjub ketika mendengar si teman, ¬†yang menghabiskan begitu banyak uang demi kegemarannya ini. Tak jarang berselisih pendapat dengan sang isteri, ¬†yang merasa hobi suaminya ini tak bermanfaat. Hanya membuang uang saja. Sang isteri selalu berdalih, ¬†jika lebih baik uang itu dipakai untuk membeli pakaian, tas atau sepatu untuknya. Ya, begitulah. Memang pria dan wanita selalu bertolak belakang dalam urusan membelanjakan uang.ūüėā
Dulu pada saat pertama kali menjalankan tugas di kantor ini, burung kecil itu sudah ada di sarangnya. Berwarna hijau dan selalu berkicau dengan nyaringnya. Geli juga ketika mengetahui bahwa burung kecil itu diberi nama “THOR”. Ketika ditanya alasan memberi nama itu, si temn menjawab, ¬†jika saat itu film THOR menjadi box office, dan yang paling mudah diingat.
Beberapa waktu lamanya kicauan si burung kecil THOR mewarnai hari-hari kami. Namun tak terjadi di hari itu. Sebuah ketidak sengajaan membuat kami harus kehilangan THOR. Seperti biasa di jam istirahat si teman memberinya makan dan minum.¬† Entah ¬†si teman yang ¬†kurang waspada, ¬†ataukah THOR sendiri yang ingin merasakan kebebasan,¬†tiba-tiba saja ketika pintu sangkar terbuka, burung kecil itu seperti memanfaatkan kesempatan. THOR ¬†keluar dari sarangnya, terbang tinggi di angkasa, ¬†dan meninggalkan si teman yang terduduk lemas.¬† THOR sudah pergi entah kemana. Meninggalkan kisah sedih “THOR Season Pertama.”
Kehilangan Thor Season Pertama tak membuat si teman patah semangat. Setelah kembali mendapat rejeki, lagi-lagi ia membeli burung berjenis sama.¬† Sekali lagi ia sempat mendapat amarah sang isteri, karena lebih mementingkan membeli seekor burung daripada kebutuhan¬† lain. Tapi atas nama kegemaran, ia tanggapi itu semua dengan santai.¬† Burung kecil itu ia namakan “Thor Season Dua.”
Beberapa hari lamanya si burung kecil itu mengeluarkan suaranya yang indah. Senang rasanya membayangkan, seolah-olah berada di alam terbuka, dan jujur sejenak pikiran menjadi sedikit rileks karenanya.
Tetapi keesokan harinya si teman dengan raut muka sedih bercerita. Bahwa Thor Season Dua telah tewas. Dari olah tkp tempatnya bersarang, terlihat tulang belulang  berserakan. Pintu sarangnya patah menjadi beberapa bagian. Menunjukkan bahwa ada seekor hewan lain yang mungkin saja tikus, berusaha masuk dalam sarangnya dengan paksa, dan memangsa burung kecil yang malang itu.
Si teman terheran-heran. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Sebab secara fakta, ¬†sebenarnya tak mungkin seekor tikus bisa merusak pintu sarang, dan memangsa burung kecil itu. Si teman juga sudah berusaha meletakkan sangkar burung itu di tempat yang aman.¬†Akhirnya ia ¬†dengan pasrah berkata “Sepertinya saya tidak berjodoh memelihara burung.” Dalam hati ikut sedih mendengarnya.
Dari kisah Thor tadi, saya belajar tentang satu hal. Dimana ada kalanya kita telah merencanakan banyak hal, menginginkan ini  itu, harus bisa mendapatkan a atau b, namun tak semuanya berjalan mulus. Ada yang memang benar-benar terjadi. Ada pula yang tidak. Ada pula yang terealisasi  tetapi dalam bentuk lain.
Begitulah. Apapun yang terjadi dalam hidup ini,  sepenuhnya merupakan hak dari Yang Mahakuasa. Yang terpenting bukan seberapa banyak keinginan kita terpenuhi. Tetapi sejauh mana kita mampu bersyukur, atas semua pemberiannya. Entah yang benar-benar sesuai dengan keinginan, atau bahkan tidak sama sekali.
Jadi, sudahkah teman-teman bersyukur hari ini?

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *