Uncategorized

Lima Fase Keistimewaan Seorang Ibu, Syukurilah

Menjadi seorang ibu adalah anugerah terbesar yang saya syukuri hingga detik ini. Menikah di tahun 2009, menikmati kehidupan rumah tangga bersama pasangan, yang sempat terpisah oleh jarak selama dua tahun lamanya, tentu membuat hati sangat mendambakan kehadiran seorang anak.
Ditambah dengan gunjingan beberapa orang, yang seenaknya menghakimi. Tanpa sadar bahwa hadir tidaknya  seorang keturunan, adalah merupakan hak prerogatif Sang Mahakuasa. Ya, begitulah. Pada awalnya terasa sangat berat, namun perlahan hati ini mulai mampu menerimanya.
Hingga pada saat tak terduga, Sang Pencipta mengabulkan apa yang menjadi harapan.  Di akhir bulan Maret 2013, saya ditakdirkan memulai kehidupan sebagai seorang ibu.
Fase Mengandung
Sangat terkejut ketika dokter menyatakan hamil,  di saat sedang bertugas keluar kota sempat membuat saya ekstra hati-hati menjaga kehamilan ini. Terlebih saya mendapatkan anugerah ini setelah menunggu empat tahun lamanya. Menjaga pola makan yang sedikit rumit,  akibat tidak suka makan sayur serta susah menelan obat. Sungguh memalukan. Hiks. But, alhamdulillah fase mengandung ini bisa saya lalui dengan baik. Bahkan beberapa teman sangat senang melihat fase mengandung yang saya jalani, karena seolah terlihat tanpa beban.
Fase Melahirkan
Alhamdulillah tepat di minggu awal bulan Desember 2013, saya mengalami fase melahirkan. Ilmu yang masih terbatas tentang persalinan, membuat saya panik ketika tiba-tiba air ketuban pecah tanpa komando. Segera meluncur ke rumah sakit,  dan setelah beberapa saat dokter menyatakan, bahwa saya harus operasi dikarenakan faktor usia. Merasakan sakit luar biasa pada saat kontraksi. Sekilas saya merasakan betapa perjuangan ibu,  untuk melahirkan saya ke dunia. Namun ajaibnya rasa sakit itu langsung menghilang,  ketika mendengar suara tangis bayi dan melihat wajah mungilnya.
Fase Menyusui
Pada awal masa kehamilan, saya telah bertekad kuat untuk bisa menyusui. Meskipun banyak yang meragukannya dikarenakan saya bukan penggemar sayuran. Saya pun berusaha mencari semua ilmu tentang ibu menyusui, mendengarkan sharing dari teman dan keluarga,  serta mengonsumsi makanan sehat juga nutrisi peselancar Asi. Meskipun terkadang lelah dan stress,  alhamdulillah pada akhirnya saya bisa menyusui hingga satu setengah tahun lamanya.
Fase Menyapih.
Beberapa dari ibu menyusui, terkadang memiliki kendala tersendiri ketika telah memasuki fase menyapih. Tak jarang harus bersitegang dengan si anak,  yang belum juga mau lepas dari aktivitas menyusuinya. Seperti kisah teman yang satu ini. klik di sini ya
Namun beda halnya dengan saya. Fase menyapih yang saya alami,  terjadi tanpa perlawanan yang berarti. Sepulang dari kegiatan workshop perusahaan selama dua minggu, membuat putri kecil saya tiba-tiba saja tidak mau diberikan Asi. Seolah lupa dengan kebiasaannya selama ini. Pada awalnya sempat kecewa, dikarenakan masa menyusui saya alami hanya satu setengah tahun lamanya. Namun pada akhirnya saya tetap bersyukur, bahwa masih berkesempatan memberikan Asi ekslusif.
Fase Merawat dan Mendidik.
Seorang ibu adalah madrasah bagi putra putrinya. Ibu adalah tempat pertama kali seorang anak mengenal Sang Mahakuasa. Ibu adalah tempat pertama bagi anak, untuk mengenal semua kebaikan dan keburukan. Ibu adalah tempat berlindung dari rasa sakit, mencurahkan isi hati, keluh kesah, juga rasa sedih dan bahagianya. Sehingga seorang ibu dituntut untuk selalu menambah ilmu sesuai dengan perkembangan zaman. Agar setiap anak bisa mengalami tumbuh kembang yang baik, berakhlak,  dan bermanfaat bagi lingkungan.
Lima fase keistimewaan seorang ibu. Terkadang kita tidak menyadarinya. Terkadang kita mengeluhkannya. Satu pengingat juga bagi saya. Lima fase inilah yang menjadikan seorang ibu dicintai oleh Pemilik hidup ini. Jadi syukurilah.😊😊😊

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

26 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *