Uncategorized

Empat Cara Bertanggung Jawab dalam Hidup, Can You Do It?

 

Menjalani aktivitas pasca resign sungguh tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Maklumlah, dulu semasa lulus kuliah sebuah idealisme selalu terpatri dalam hati saya. Bahwa saya harus bekerja, menjadi wanita karir hingga masa pensiun nanti. Demi membahagiakan orang-orang sekitar.
Namun siapa sangka seiring berjalannya waktu, bertemu jodoh, menikah, dan memiliki keturunan, akhirnya sanggup mengubah idealisme tersebut. Bahwa pada akhirnya saya harus memilih. Dan inilah saya saat ini. Berubah haluan menjadi ibu rumah tangga,  dan berusaha fokus mengurus keluarga.
Ada beberapa pendapat mengiringi keputusan saya ini. Salah satunya bahwa,  wajar saja jika saya berani memutuskan resign, ketika melihat dari sudut pandang aktivitas pekerjaan suami. Dan ujung-ujungnya berkata,  bahwa sebenarnya mereka juga ingin mengikuti jejak saya. Hanya saja dengan berbagai pertimbangan,  harus bertahan di zona nyaman mereka,  demi keberlangsungan kehidupan keluarga.
It’s okay. Tak ada yang salah dengan keputusan kalian. Tak ada salahnya juga dengan keputusan saya. Sebab pada dasarnya apa yang terjadi dalam hidup,  merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing.
Tanggung jawab. Satu kata yang sering kita dengar, namun seringkali susah diimplementasikan dalam hidup. Terkadang kita mudah sekali berbicara dan menasehati, tetapi tak sanggup menjalani,  ketika berada di posisi yang tidak diharapkan.
Lalu bagaimana sih caranya agar kita selalu bertanggung jawab terhadap kehidupan yang dijalani? Apa yang harus dilakukan,  sehingga kita bisa menampilkan pribadi terbaik, dan bertanggung jawab di hadapan Sang Pencipta?
Bersyukur
Setiap kerumitan yang terjadi dalam diri, terkadang akibat kurang mensyukuri nikmat dari Sang Mahakuasa. Mengeluh jika apa yang diharapkan tidak tercapai. Selalu merasa kurang, dan  ingin lebih dibandingkan orang lain. Alangkah baiknya jika kita selalu bersyukur dengan apa yang terjadi dalam hidup. Meskipun tak sesuai dengan keinginan. Tentunya disertai dengan doa dan harapan semoga esok mendapatkan yang lebih baik.
Peka terhadap lingkungan.
Peka terhadap lingkungan juga merupakan salah satu cara  bertanggungjawab dalam hidup. Lebih peduli dan empati termasuk dalam hal kecil sekalipun. Jika sudah terbiasa melatih kepekaan dalam hal kecil, maka dengan sendirinya,  kita akan langsung tanggap untuk peduli terhadap permasalahan yang lebih besar. Alhasil kita akan menjadi manusia yang lebih bermanfaat.
Konsisten.
Jika sudah mengambil keputusan, berusahalah untuk konsisten menjalaninya. Apapun resikonya. Meskipun keputusan itu adalah hasil dari mendengarkan, atau menuruti nasehat orang lain. Tetap saja semua keputusan merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing. Terimalah hasilnya.  Baik atau buruk, sesuai ataupun tak sesuai harapan. Berdoalah  agar esok hari  lebih baik daripada hari ini.
Jangan Menghakimi.
Hindari pula menghakimi orang lain atas keputusan yang telah diambilnya. Ingatlah kembali bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas keputusannya masing-masing. Belajarlah dari pengalaman orang lain. Jadikan penyemangat dan pembelajaran agar kualitas diri semakin meningkat setiap hari.
Sang Pencipta telah menciptakan manusia lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Diberikan permasalahan sekaligus penyelesaiannya. Tugas manusia adalah menerima dan jalani kehidupan sebaik-baiknya. Tingkatkan kualitas diri agar semakin bertanggung jawab,  dan menjadi pribadi terbaik di hadapan Sang Mahakuasa.

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

27 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *