Uncategorized

Ramadhan Writing Challenge 2020 dan Lomba Menulis YDSF, Cara Jitu Beraktivitas Positif di Tengah Pandemi

Sore itu tiba-tiba saja sahabat baik mengirim pesan lewat media sosial. Pesan tersebut berbunyi ” Mbak, bikin challenge menulis dong!”. Seketika mata ini terbelalak, dan saya pun membalas pesannya. “Maksudnya bagaimana, Dik?” Sahabat pun menjelaskan lebih detail. “Begini, lho. Mbak membuat tantangan menulis, umumkan tuh di media sosial. Dan yang jelas aku ikutlah sebagai peserta. Nanti kasih reward, Mbak.”

Geli juga membaca pesan singkatnya ini. Sebab saya paham betul si sahabat ini termasuk apa yang menjadi kegemarannya. Dan jujur saja, menulis bukanlah hal yang ingin ia pelajari. Ia sangat menyukai dunia kuliner. Masak memasak adalah keahliannya. Nah kan, pada akhirnya saya jadi rindu berat dengan masakannya yang super duper enak itu. Hehehe.

Sebenarnya ingin sekali memenuhi permintaannya. Tetapi apa daya kali ini saya harus mengecewakannya. Sebab, membuat tantangan seperti itu,  mau tidak mau saya harus menyiapkan mental,  bahwa saya sudah expert di bidang menulis ini, memiliki banyak pengetahuan tentang hal tersebut yang bisa dibagikan, dan juga reward yang sesuai dengan tantangan yang diberikan. Saya pun enggak pengen  asal-asalan dalam memberi hadiah kepada pemenang nantinya. Dan syukur alhamdulillah si sahabat ini bisa menerima alasan saya.

Membangunkan Kembali Semangat yang Sempat Pudar.

Kata orang, tantangan adalah salah satu cara cukup ampuh,  untuk membangun kembali semangat melakukan sesuatu, yang mungkin sebelumnya sempat pudar. Sebagai contoh sahabat yang meminta saya untuk membuat tantangan menulis. Pada akhirnya memang membuat saya berpikir. Bahwa sudah lama juga saya belum menulis kembali. Entah kapan tepatnya. Dan ups, akibat tantangan ini, suara dalam hati  pun mulai berbisik “Ayo, saatnya menulis lagi!”

www.pixabay.com

Lebih Banyak Waktu untuk Hal Positif.

Membuat tantangan  untuk diri sendiri, sedikit banyak membuat pikiran akan disibukkan memikirkan hal positif. Setidaknya meminimalisir kegiatan yang terlalu banyak membuang waktu untuk sesuatu tak bermanfaat. Seperti mencari tahu aktivitas orang lain,  bergosip,  atau terlalu lama berkutat di dunia maya tanpa aktivitas  jelas. Sehingga waktu akan lebih banyak digunakan untuk mencari ilmu, demi terselesaikannya tantangan tersebut.

Menaikkan Level Kualitas Diri.

Membuat tantangan  untuk diri sendiri, sedikit banyak membuat pikiran akan disibukkan memikirkan hal positif. Setidaknya meminimalisir kegiatan yang terlalu banyak membuang waktu untuk sesuatu tak bermanfaat. Seperti mencari tahu aktivitas orang lain,  bergosip,  atau terlalu lama berkutat di dunia maya tanpa aktivitas  jelas. Sehingga waktu akan lebih banyak digunakan untuk mencari ilmu, demi terselesaikannya tantangan tersebut.
Dengan lebih banyaknya waktu yang digunakan untuk beraktivitas  positif, maka otomatis akan meningkatkan level kualitas diri. Sebab adanya tantangan, memaksa seseorang  untuk mencari tahu,  apa sih yang harus ia lakukan untuk menyelesaikannya. Jadilah ia akan mencari ilmu dan mempelajarinya. Pengetahuan pun bertambah. Level kualitas diri ikut meningkat,  seiring dengan berkembangnya pemahaman.

Sumber gambar @komunitas.odop

Berbicara tentang tantangan, nah pas banget nih.  Komunitas One Day One Post,  yang kali ini bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat YDSF Malang  dan   @eoagold.official.malang,            membuat tantangan menulis, lho. Karena bertepatan pula  dengan akan datangnya bulan Ramadhan, maka tema yang akan diusung kali ini alhasil  tentang  Menyambut Ramadhan di Tengah Covid 19.   

Serunya lagi kali ini ada dua tantangan yang bisa diikuti! Yaitu lomba menulis    YDSF,          dan Ramadhan Writing Challenge 2020 yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Komunitas One Day One Post. Dan jangan salah. Kali ini ada  hadiahnya. Wow!!! Uji nyali berhadiah ceritanya!

Jujur saja, tantangan ini sangat menarik. Apalagi ditambah dengan tantangan untuk tetap berada di rumah,  akibat pandemi virus Covid 19 yang sedang melanda dunia. Dan juga tak terasa kurang beberapa hari lagi, setiap umat muslim akan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Sepertinya memang tantangan yang rasa-rasanya sulit dilakukan.  Tapi mau tidak mau, tak ada jalan lain selain melakukan aktivitas positif di bulan Ramadhan, dan di tengah pandemi yang sudah hampir sebulan lamanya ini. Oke, baiklah!

Dan alhasil dengan berbekal Bismillah,  tekad dan sedikit nekat, saya memberanikan diri mengikuti tantangan ini. Setidaknya ada beberapa hal positif,  yang akan saya coba gali dari keikutsertaan di tantangan kali ini.

Berlatih Konsisten.

Tak bisa dipungkiri bahwa datangnya bulan  Ramadhan, menjadi satu cara bagi umat muslim,  untuk konsisten melakukan ibadah dengan sebaik-baiknya, dan semaksimal mungkin yang bisa dilakukan. Terlebih di tengah pandemi seperti ini, yang mayoritas emosi menjadi kurang terkendali, akibat kebosanan dan kejenuhan. Sehingga mau tak mau, di bulan Ramadhan ini, saya pun harus bisa ekstra mengontrol emosi, dan menyalurkannya menjadi hal positif. Akhirnya pilihan saya pun jatuh pada mengikuti tantangan menulis ini. Tak lain agar lebih mampu mengatur emosi, mengubahnya menjadi hal positif,  berbekal dari  belajar konsisten dalam beribadah di bulan  Ramadhan. Alhasil, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, bukan?

Memperbanyak Ilmu.

Bulan Ramadhan juga merupakan saat untuk bisa lebih banyak lagi memperdalam ilmu agama. Sebab akan banyak sekali kajian ilmu,  yang bisa didapat dari berbagai media, dan lalu mempraktekkannya. Dan sungguh satu hal yang sangat merugi, jika bulan Ramadhan,  tidak digunakan sebagai ajang untuk mencari ilmu. Begitupun dengan mengikuti tantangan menulis di bulan Ramadhan ini. Saya pun harus lebih bersemangat  menyediakan waktu untuk menambah ilmu. Tak jarang beberapa hasil karya penulis lain,  berisikan  tema motivasi dan spiritual. Maka sudah tentu dengan mengikuti tantangan ini, saya akan lebih banyak mendapat ilmu tentang apa saja yang bermanfaat. Termasuk ilmu menulis dan ilmu agama.

www.pixabay.com

Menjalin Silaturahmi.

Meskipun dunia saat ini sedang disibukkan oleh pandemi virus,  dengan menggalakkan himbauan tetap berada di rumah, namun tak seru rasanya,  jika tak ada aktivitas menjalin silaturahmi. Sebab silaturahmi memang terbukti memberikan banyak manfaat, seperti menambah jaringan pertemanan, memperpanjang umur, membuka pintu rezeki, dan menambah kebahagiaan. Dan tentunya Ramadhan tahun ini  akan dirasa sangat berbeda dalam hal silaturahmi. Atas nama pencegahan virus lebih banyak lagi, alhasil meminimalisir silaturahmi menjadi alasan terbaik. Namun tak perlu berkecil hati. Bersyukurlah bahwa kemajuan teknologi lebih mempermudah kegiatan manusia termasuk silaturahmi. Tantangan ini pun sengaja saya ikuti,  untuk tetap bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman sesama penulis. Berinteraksi dengan saling  membaca postingan blog, saling sharing ilmu lewat media sosial. Ajang silaturahmi pada akhirnya tetap terpelihara di tengah keprihatinan pandemi, dan masa beribadah di bulan Ramadhan ini.

Stay Positif dan Lakukan Kebaikan.

Memasuki bulan Ramadhan, saatnya untuk melakukan banyak hal positif dan kebaikan. Bukankah di bulan ini Allah menjanjikan ganjaran pahala berlipat ganda,  buah dari kebaikan yang manusia lakukan? Nah, inilah saatnya saya pun harus berlomba melakukan kebaikan. Contohnya? Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan bersedekah. Bersedekah bisa dengan banyak cara. Bisa langsung menyalurkan kepada orang yang membutuhkan. Atau melalui lembaga resmi seperti Lembaga Amil Zakat YDSF Malang,  yang otomatis akan menyalurkan setiap zakat langsung tepat sasaran. Lalu apa hubungannya dengan keikutsertaan saya dalam tantangan menulis ini? Well, pada akhirnya saya mengetahui,  ada satu lembaga penyaluran zakat terpercaya,  dimana saya bisa beramal dan bersedekah. Dan saya pun bisa berbagi dalam bentuk lain yang sederhana. Ya, saya bisa berbagi ilmu dan hal bermanfaat,  meskipun hanya lewat sebuah tulisan. Setuju?

Dan akhirnya sedikit banyak saya harus berterima kasih pada sahabat. Karena tantangannya, saya akhirnya memberanikan diri mengikuti kegiatan positif, yaitu lomba menulis YDSF dan Ramadhan Writing Challenge 2020 ini.

Berusaha konsisten melakukannya. Sekaligus lebih mempersiapkan diri,  memasuki dan menikmati ibadah di bulan Ramadhan, dengan sebaik-baiknya kesehatan, keimanan dan ketaqwaan. Terlebih Ramadhan kali ini yang pastinya akan sangat berkesan, karena terjadi di tengah pandemi virus Covid 19 yang memprihatinkan.

Tak ada jalan lain selain berusaha maksimal dan bertawaqal, bahwa hanya Allah SWT yang mampu memberikan kekuatan. Serta berharap semua ujian akan dilalui dengan selamat.

( Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis YDSF dan Ramadhan Writing Challenge 2020 dengan tema Menyambut Ramadhan di Tengah Covid 19 yang diselenggarakan oleh Komunitas One Day One Post dan YDSF Malang)

#Ramadhanpenuhcerita

#ydsfmalang

#RWCODOP

#Onedayonepost

#Literasidigital

Saya ibu rumah tangga yang ingin bercerita, berkisah dan belajar lewat sebuah tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *